News

Kejaksaan Hentikan kasus Pencurian Stir Mobil Lewat Restorative Justice

I Made Ridyawan terpaksa untuk melakukan pencurian demi memenuhi kebutuhan istri dan 3 orang anaknya.


Kejaksaan Hentikan kasus Pencurian Stir Mobil Lewat Restorative Justice
Ilustrasi. (PEXELS/EKATERINA BOLOVTSOVA)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung RI menghentikan kasus pencurian stir mobil Toyota Hardtop yang dilakukan I Made Ridyawan milik I Dewa Ayu Mas Widhiantari. Penghentian perkaranya dilakukan lewat Restorative Justice. 

“I Made Ridyawan terpaksa untuk melakukan pencurian demi memenuhi kebutuhan istri dan 3 orang anaknya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana melalui keterangan persnya, Minggu (3/7/2022).

I Made Ridyawan adalah seorang pria berusia 49 tahun yang merupakan montir yang menerima jasa bengkel panggilan. I Made Ridyawan merupakan seorang ayah dan tulang punggung bagi istri serta 3 orang anaknya yang masih bersekolah.

baca juga:

Di masa pandemi Covid-19, I Made Ridyawan merasakan bahwa panggilan jasa perbaikan kendaraan terhadap dirinya berkurang, padahal kehidupan harus terus berjalan dan tingginya tuntutan kebutuhan keluarga.

Dari kondisi itulah, I Made terpaksa melakukan perbuatan tersebut demi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Peristiwa berawal pada Kamis 14 April 2022 sekira pukul 11.00 WITA bertempat di parkiran karyawan kantor BRI Cabang Gatot Subroto, ” tuturnya.

Saat itu, I Made Ridyawan mengambil 1 stir warna hitam mobil Toyota Hardtop tanpa izin dari pemilik I Dewa Ayu Mas Widhiantari. Setelah stir mobil tersebut diambil, I Made Ridyawan menjualnya untuk membeli kebutuhan anak-anaknya.

Akibat perbuatannya, I Made Ridyawan dilaporkan kepada pihak berwajib, dan ditetapkan sebagai Tersangka, yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan selanjutnya berkas perkara dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Denpasar.

Ketut mengungkapkan, setelah menerima berkas perkara dan mengetahui latar belakang perbuatan Tersangka, mengunggah niatan teguh hati Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Yuliana Sagala, Kasi Pidum Nyoman Bela Putra Atmaja.

Termasuk Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara, Ni Made Desi Mega Pratiwi dan Ni Kadek Janawati selaku Penuntut Umum untuk dapat mendamaikan.

Kemudian, Ketut menambahkan, pada Rabu, 22 Juni 2022 bertempat di Rumah Restorative Justice Pemecutan Kaja, Penuntut Umum telah melakukan mediasi, dan upaya perdamaian antara Tersangka dan korban yang disaksikan oleh keluarga Tersangka, Kelian Adat, kepala lingkungan setempat dan tokoh masyarakat sekitar.

Saat itu, Tersangka I Made Ridyawan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan, dan berjanji tidak akan lagi mengulangi hal tersebut. Tersangka pun juga mengembalikan stir warna hitam mobil Toyota Hardtop kepada saksi korban.

“Mendengar dan memahami kondisi Tersangka, Saksi Korban I Dewa Ayu Mas Widhiantari memaafkan perbuatan Tersangka, dan sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ini ke persidangan,” tambahnya. []