News

Kejahatan Jalanan, Bencana Alam, Hingga Narkoba Berhasil Ditangani Polda Banten Pada 2019


Kejahatan Jalanan, Bencana Alam, Hingga Narkoba Berhasil Ditangani Polda Banten Pada 2019
Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir, bersama ulama kharismatik dan mufti Syafi'iyyah nasionalis dari Banten Abuya Muhtadi (Istimewa)

AKURAT.CO, Selama 2019 berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Hukum Kepolisian Daerah (Polda) Banten berhasil diungkap.

Aksi kejahatan jalanan mulai dari pencurian hingga pembunuhan dapat diungkap pelaku maupun motif dari tindakan tersebut. Tidak hanya kejahatan Jalanan, pada akhir 2018 hingga awal Januari 2019 terjadi bencana Tsunami di kawasan Banten. Di sini Polisi hadir untuk mengayomi masyarakat.

Keberhasilan Kepolisian Daerah (Polda) Banten dalam menumpas dan meminimalisir tindakan kejahatan sepanjang tahun 2019, tak lepas dari peran Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, dalam kegigihannya memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat Banten.

Dengan berpengalaman di bidang reserse, membuat Irjen Pol Tomsi Tohir yang merupakan seorang perwira tinggi Polri Akpol 1990 tersebut, berhasil dalam pencapaiannya mengungkap kasus-kasus kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Banten beserta jajaran.

Kejahatan Jalanan

Polda Banten mencatat ada 12 kasus pembunuhan, dan seluruhnya berhasil diungkap. Diantara 12 kasus tersebut mutilasi, dengan perkosaan, menjadi peristiwa yang menonjol.

Selanjutnya yang menjadi perhatian Polda Banten yakni Pencurian dengan kekerasan (Curas) dan perampokan minimarket.

sindikat perampokan terhadap mini market yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku. Dalam pengakuannya, para pelaku mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 40 kali di sejumlah wilayah Banten, Jakarta dan Bekasi.

Pengungkapan komplotan spesialis pembobol mini market tersebut, berawal dari tertangkapnya tiga orang pelaku yang sedang melaksanakan aksinya di sebuah mini market di daerah Warunggunung, Lebak.

Kemudian dari penangkapan tersebut, Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap empat pelaku lainnya. Berdasarkan keterangan, para tersangka telah melakukan aksinya sejak tahun 2016.

Modus yang mereka lakukan dengan merusak kunci gembok pada pintu atau rolling door menggunakan gunting pemotong besi, kunci leter L dan T yang sudah dimodifikasi. 

Narkoba

Pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polda Banten selama tahun 2019, ada 732 kasus dengan 933 tersangka. Hal ini menjadi peningkatan kinerja Polda Banten, pasalnya pada tahun sebelumnya hanya ada 644 kasus dengan jumlah 834 tersangka.

Meningkatnya pengungkapan kasus narkoba di Banten tahun 2019 dari tahun sebelumnya, menunjukan bahwa jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten, serius memberantas peredaran narkoba, adapun barang bukti narkoba yang berhasil disita Polda Banten yaitu: sabu 3.934 Gram, Ganja 235.495 Gram, Tembakau Gorila 649,19 Gram, Zenith 201,853 Gram, dan Zat adiktif lainnya 510.660 Butir serta menyita 64.100 botol minuman keras hasil operasi pekat dan sikat tahun 2019,” Kata Kapolda Banten.

Bencana Alam

Tidak hanya kasus kejahatan kriminal, penanganan pasca terjadi tsunami yang menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, pada 22 Desember 2018 lalu, menjadi catatan penting oleh jajaran Polda Banten. 

Kapolda Banten mengintruksikan untuk menerjunkan langsung kekuatan personel yang berjumlah 1.300 personel, untuk membantu para korban yang terdampak tsunami.

Diantaranya membuka jalan yang terisolir, secepatnya menolong korban jiwa baik yang luka maupun yang meninggal dunia, mengidentifikasi mayat serta menghubungi pihak keluarga korban melalui posko kesehatan dan media center Polda Banten.

Kejahatan Jalanan, Bencana Alam, Hingga Narkoba Berhasil Ditangani Polda Banten Pada 2019 - Foto 1
Dampak Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan. ANTARA FOTO/Ardiansyah.

Selain itu, Polda Banten melakukan patroli kelokasi rumah warga yang ditinggalkan untuk mengungsi, melakukan kegiatan trauma healing, pendistribusian bantuan logistik ke lokasi-lokasi pengungsian dan mendirikan dapur umum untuk masyarakat.

“Alhamdulillah, kasus demi kasus, ataupun kejadian peristiwa yang dialami oleh masyarakat Banten dapat kita tangani dengan baik. Hal ini tentu saja, tidak hanya peran Polri melainkan adanya sinergitas bersama TNI, Pemerintah daerah, instansi terkait, dan peran masyarakat yang terjun aktif dalam membantu kepolisian dalam menangani kejadian-kejadian tersebut,” ungkap Kapolda Banten saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/12/19).

Lebih lanjut, Kapolda Banten turut mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah Provinsi Banten, TNI, Tokoh Masyarakat, Forkominda yang telah bahu-membahu untuk membantu Polda Banten dalam menyelesaikan permasalah yang ada.

“Saya berharap, masyarakat Banten yang terkenal dengan agamisnya dapat memberikan semangat untuk mencegah tindakan kejahatan dan bersama-sama Polri membangun kerukunan, sehingga tercipta kondisi yang aman di Provinsi Banten ini.” Pungkas Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.[]