News

Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Halangi Penyidikan Korupsi LPEI Rp4,7 Triliun

Mereka dinilai mempersulit penyidik mengungkap korupsi biaya ekspor Rp4,7 triliun.


Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Halangi Penyidikan Korupsi LPEI Rp4,7 Triliun
Tersangka LPEI ditahan (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan menghalang-halangi atau merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013-2019. Mereka dinilai mempersulit penyidik mengungkap korupsi biaya ekspor Rp4,7 triliun.

“Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan tujuh orang saksi menjadi tersangka atas tindak pidana menghalang-halangi penyidikan atau tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jakarta, Selasa (2/11/2021) malam.

Ketujuh tersangkanya adalah IS, Mantan Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI tahun 2016-2018, NH, mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis II LPEI tahun 2017-2018, EM, mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar LPEI tahun 2019-2020 dan  CRGS, mantan Relationship Manager Division Unit Bisnis Tahun 2015-2020 pada LPEI Kanwil Surakarta.

baca juga:

Kemudian AA, Deputi Bisnis LPEI Kanwil Surakarta tahun 2016-2018, ML, mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPEI, dan RAR pegawai Manajer Risiko PT BUS Indonesia.

“Ketujuh tersangka tersebut telah dikeluarkan Surat Perintah penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” ujarnya.

Leo menyampaikan, pada Selasa (2/11/2021), Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung memanggil 10 orang saksi untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ekspor nasional pada LPEI tahun 2013-2019.

“Tujuh di antaranya adalah saksi yang dua kali berturut-turut dipanggil namun tidak hadir,” ungkapnya.

Para saksi di atas dipanggil secara patut namun mereka mangkir pemeriksaan dan meminta agar dalam pemanggilan tersebut dicantumkan siapa tersangka, pasal yang disangkakan dalam berita acara pemeriksaan saksi, serta sudah ada perhitungan kerugian negara dengan angka yang pasti.

Akibatnya, lanjut Leo, Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung tidak dapat meminta keterangan apa pun terhadap ketujuh orang saksi tersebut terkait pokok perkara dugaan tindak pidana korupsi pembiayaan ekspor nasional pada LPEI.