News

Kejagung Periksa Lima Orang Terkait Kasus Jiwasraya


Kejagung Periksa Lima Orang Terkait Kasus Jiwasraya
Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama Wakil Jaksa Agung Arminsyah memberikan keterangan pers terkait paparan kinerja Kejaksaan Agung selama 2019 di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019). Dalam paparannya, kejaksaan menerima 765 laporan masyarakat sepanjang 2019. Dari laporan itu, terdapat 174 oknum jaksa yang diproses oleh Bagian Pengawasan. Adapun sanksi yang mereka terima mulai dari hukuman ringan hingga berat. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memanggil dan memeriksa lima orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Kelima saksi yang diperiksa itu yakni Komisaris PT Treasure Fund Investama Budi Purwanto, Alvin Trenggono terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tersangka Heru Hidayat dan tiga tersangka lain untuk TPPU tersangka Benny Tjokrosaputro, Edi Suwarno, Udi Supriyadi dan Chusni Achmadi yang juga sebagai kuasa Direksi PT Bessindo Terang Jaya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Hari Setiyono, mengungkapkan bahwa pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan tambahan dan pemeriksaan lanjutan karena pemeriksaan sebelumnya masih dianggap belum cukup atau terdapat hal hal yang perlu ditanyakan kembali untuk memenuhi kebutuhan alat bukti keterangan saksi yang berkaitan dengan pembuktian dugaan TPPU dalam berkas perkara atas nama tersangka HH dan BT dari perkara pokoknya yakni dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Jiwasraya.

"Hari ini Senin (20/4/2020) Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI melakukan pemeriksaan lima orang saksi," ungkapnya dalam siaran pers, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Hari menjelaskan bahwa pemeriksaan para saksi dan tersangka dalam perkara ini masih tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19 atau Virus Corona, yaitu dilakukan dengan cara tanya jawab tertulis dan kemudian dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi atau tersangka dengan Penyidik serta dengan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan serta dengan mengenakan masker.

Diketahui, Kejagung menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Mereka ialah Benny Tjokrosaputro selaku Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, Hendrisman Rahim selaku mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan selaku mantan Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Dari keenam orang itu, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat ditetapkan juga sebagai tersangka pencucian uang.

Atas perbuatannya, keenam tersangka itu dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[]

Deni Muhtarudin

https://akurat.co