News

Kejagung: Korupsi Asabri Rugikan Negara Rp20 Triliun

Kejagung: Korupsi Asabri Rugikan Negara Rp20 Triliun


Kejagung: Korupsi Asabri Rugikan Negara Rp20 Triliun
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejagung, Febrie Adriansyah (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan adanya kerugian negara dalam pengelolaan dana investasi mencapai Rp20 triliun dalam kasus dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan (TK).   

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan bahwa kerugian negara tersebut terjadi selama tiga tahun yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut.    

"Dalam tiga tahun bisa mengalami kerugian sampai Rp20 triliun sekian," kata Febrie saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).   

Ia pun tidak mempercayai kalau dari sisi bisnis, BPJS TK mengalami kerugian sebesar Rp20 triliun lebih. 

"Kalau kerugian bisnis apakah memang analisanya ketika dalam investasi tersebut selemah itu," ujar Febrie.   

Meski demikian, angka kerugian tersebut masih belum final, karena tim penyidik masih terus menghitung kerugian negara berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus korupsi BPJS TK. 

Lebih lanjut dikatakannya, potensi kerugian keuangan negara berdasarkan keterangan bagian keuangan BPJS TK saat diperiksa tim penyidik pidsus Kejagung. 

"Itu menurut dari orang keuangan masih potensi ya kan. Tetapi potensinya sebatas apa ini sampai Rp20 Triliun," tuturnya. 

Menurutnya, tim penyidik Kejagung telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan BPJS TK tersebut.