News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya


Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono. (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 5 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero). 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Hari Setiyono mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019. 

Kemudian, Hari membeberkan kelima saksi yang diperiksa dalam kasus Jiwasraya Jilid II ini empat diantaranya berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni, Kepala Sub Bagian Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga Efek III OJK, Slamet Riyadi dan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1 B OJK tahun 2014-2018, Sugianto.

Lalu, Direktur Pemeriksaan Pasar Modal pada OJK, Edi Broto Suwarno dan Kasubag Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga Efek I OJK tahun 2013-2014, Bayu Samodro.

"Sebagai pejabat dan mantan pejabat OJK RI keterangan 4 orang saksi tersebut dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana proses pengawasan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia oleh OJK pada saat yang bersangkutan menjabat atau bertindak sebagai pengawas lembaga keuangan yang melantai di Bursa Efek Indonesia," kata Hari, di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Terakhir, satu orang saksi lainnya Dirut PT. Treasure Fund Investama, Dwinanto Amboro yang merupakan pengurus perusahaan sekuritas terkait dalam proses jual beli saham Jiwasraya tersebut. 

"Pemeriksaan saksi merupakan pengembangan terhadap penyidikan perkara sebelumnya dimaksudkan guna mencari alat bukti untuk membuktikan perbuatan pidana para Tersangka, baik Tersangka korporasi maupun Tersangka perorangan yang dapat dimintakan pertanggung-jawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelolaan keuangan dan dana investasi PT. Asuransi Jiwasraya (persero)," jelasnya.[]

Ainurrahman

https://akurat.co