News

Kejagung Fasilitasi KPK Jika Mau Periksa Surya Darmadi

Surya Darmadi menyerahkan diri pada Senin kemarin dan langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan jaksa

Kejagung Fasilitasi KPK Jika Mau Periksa Surya Darmadi
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung (Kejagung) mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan proses penyidikan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat buronan Surya Darmadi. Kejagung membuka pintu dan akan memfasilitasi KPK jika ingin memeriksanya.

"Bahwa tim penyidik Kejaksaan Agung sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam hal pemeriksaan atas nama tersangka SD. Apabila diperlukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan oleh penyidik KPK, akan dilaksanakan di Gedung Bundar JAM PIDSUS Kejaksaan Agung," 

Ketut mengatakan Kejagung sangat mendukung penuntasan kasus Surya Darmadi di KPK. Ketut mengatakan Kejagung memberikan akses seluas-luasnya bagi KPK untuk memeriksa Surya Darmadi.

baca juga:

"Kejaksaan Agung berharap dengan ditahannya tersangka SD dapat mengakselerasi penuntasan perkara baik yang ditangani Kejaksaan Agung maupun KPK," kata Ketut.

Awal Agustus 2022, Kejagung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka dugaan penyerobotan lahan kelapa sawit dengan luas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 78 triliun.

Kejagung tiga kali memanggil Surya untuk menjalani pemeriksaan namun mangkir. Minggu kedua Agustus 2022, Imigrasi atas permintaan Kejagung mencekal Surya. Beredar kabar dia bersembunyi di Singapura.

Surya Darmadi menyerahkan diri pada Senin kemarin. Dia dijemput penyidik Kejagung di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke kantor Kejagung. Setelah diperiksa, Surya langsung ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Selain ditetapkan jadi tersangka di Kejagung, Surya diketahui juga jadi tersangka di KPK dan dinyatakan buron sejak 2019.

KPK menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus korupsi revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014. Hasil penyidikan lembaga anti rasuah menyebut Surya menyuap Annas Maamun selaku Gubernur Riau sebesar Rp 3 miliar.[]