News

Kejagung Dipuja, KPK Ditanya Kemana

Netizen aktif mengunggah tautan pemberitaan yang berisi pernyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengumumkan empat tersangka.


Kejagung Dipuja, KPK Ditanya Kemana

AKURAT.CO, Pengumuman tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng (migor) di Indonesia menjadi trending topik di Twitter. 

Tanda pagar (tagar) Kejaksaan Agung, Mafia dan Dirjen masuk 10 besar pada Selasa (19/4) pukul 22.00 WIB.

Dalam cuitannya netizen aktif mengunggah tautan pemberitaan yang berisi pernyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengumumkan empat tersangka.

baca juga:

Empat orang yang ditetapkan tersangka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA, General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang, dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Parulian Tumanggor.

"Bravo Kejaksaan Agung. Ay sudah duga ada orang Kemendag yang gak beres, ternyata bener," cuit akun @MrsRachelIn.

"Good job sir. Hukum seberat mungkin," tulis @kenhans03.

Akun @KesumaGuntur1 memberi apresiasi kepada korps Adhyaksa karena menurutnya telah berani membongkar kasus yang melibatkan Dirjen dan tiga perusahaan besar migor di Indonesia.

"Saya harap Kejaksaan Agung juga melakukan penyelidikan kemana uang subsidi 11 triliun yang dikeluarkan pemerintah untuk subsidi minyak goreng."

Netizen lain membandingkan kinerja Kejagung dengan KPK sebagai lembaga yang didirikan khusus menangani perkara korupsi. Komentar antara lain disampaikan mantan Jurubicara KPK Febri Diansyah.

"Ketika KPK jadi sorotan tentang dugaan penerimaan gratifikasi pimpinan dan skandal internal, Kejaksaan Agung mengumumkan penyidikan korupsi mafia minyak goreng. Apakah KPK benar-benar akan jadi masa lalu, dilupakan dan ditinggalkan? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan kinerja, bukan gimmick," katanya di akun @febridiansyah.

"Lagi-lagi ini hasil kerja Kejaksaan Agung RI yang berani berantas korupsi, dan KPK di tahun 2022 hanya duduk manis menikmati anggaran yang gede," tulis @gadisresidu_b3.

"Pejabat mental korup harus dihukum mati. By the way kok yang mengumumkan Kejaksaan Agung, KPK kemana," cuit akun @hendra_roestoe. 

Sembari memberi apresiasi kepada Kejagung, netizen lain mempertanyakan penanganan mafia migor. Terutama berkaitan dengan pernyataan Satgas Pangan Polri dan pimpinan DPR.

"Satgas Pangan bilang tidak ada mafia Migor, Rachmat Gobel (DPR) bilang tidak ada mafia Migor. Terkesan dilindungi. Tiba-tiba dibongkar Kejaksaan Agung. Ada apa?" tulis akun @Wawat_Kurniawan dilengkapi emoji wajah tertawa histeris.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka kasus kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Identitas para tersangka diumumkan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dia mengatakan penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan keempatnya menjadi tersangka.

Penyidik setidaknya telah memeriksa 19 saksi, 596 dokumen dan surat terkait lainnya serta keterangan ahli.

"Perbuatan para tersangka mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat," kata Burhanuddin.[]