News

Kejagung Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Mujiono Kusnandar meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami setiap orang yang terlibat dalam korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Palembang.


Kejagung Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya
Gedung Kejaksaan Agung (Istimewa)

AKURAT.CO, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan pidana korupsi pemberian dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Palembang.

Menyikapi itu, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta Mujiono Kusnandar meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami setiap orang yang terlibat dalam korupsi pembangunan masjid itu. Termasuk kepada para penerima dana hibah.

"Setelah Kejagung berani menetapkan tersangka dari pihak pejabat Pemprov Sumsel dan pengurus - bendahara Yayasan tersebut, Kejagung juga ditantang untuk melanjutkan dan mengembangkan penyidikannya kepada pihak-pihak lain yang terlibat," ujar Mujiono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/10/2021).

Mujiono menyayangkan adanya korupsi sehingga pembangunan masjid menjadi mangkrak. 

"Ini yang di korupsi pembangunan Masjid, dan telah ada penyaluran hibah sebesar Rp130 miliar dari Pemprov Sumsel ke Yayasan, namun sampai saat ini pembangunannya makrak belum terwujud sama sekali , “ ujar Mujiono.

“Kami dukung Kejaksaan untuk usut setuntaskan semua pihak termasuk penerima dana hibah," imbuhnya.

Diketahui, Alex Noerdin adalah Gubernur Sumatera Selatan periode tahun 2008-2013 dan periode tahun 2013-2018, ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01/L.6 /Fd.1/01/2021 tanggal 22 Januari 2021.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dua kali menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

Pertama, pada tahun 2015 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2015 menyalurkan dana hibah sebesar Rp50 miliar. Kedua, pada tahun 2017 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2017 sebesar Rp80 miliar.