News

Kejagung Diminta Terus Lakukan Penyitaan Aset Milik Tersangka Korupsi PT Asabri

Kejagung Diminta Terus Lakukan Penyitaan Aset Milik Tersangka Korupsi PT Asabri


Kejagung Diminta Terus Lakukan Penyitaan Aset Milik Tersangka Korupsi PT Asabri
Penambakan mobil mewah milik tersangka PT Asabri yang disita Kejagung (AKURAT.CO/Yudi)

AKURAT.CO, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk terus melakukan penyitaan aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai bahwa tim penyidik Kejagung baru menyita aset milik tersangka yang ditotal sebesar Rp5 triliun.

Padahal kerugian negara dalam kasus korupsi PT Asabri sebesar Rp23,71 triliun.

"Saya minta kepada Kejagung agar menambah lagi harta yang disita dari tersangka PT Asabri. Karena selama ini masih kurang banyak dan yang terkumpul baru Rp 5 triliun. Padahal jumlah kerugian di atas 20 triliun," kata Boyamin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/4/2021).  

Ia mengaku sudah memberikan data ke penyidik Kejagung terkait lokasi aset milik para tersangka korupsi PT Asabri yang ada di Solo, Boyolali, dan di daerah lain.

Hal tersebut dalam rangka membantu tim penyidik Kejagung untuk menemukan aset para tersangka korupsi Asabri.  

"Yang bisa dilacak itu ada di Solo, masih banyak yang belum disita dari data yang sudah saya berikan. Di Boyolali juga masih ada beberapa yang belum disita," ujar Boyamin.  

Kata dia, kalau tim penyidik menemukan kendala, maka perlu dilakukan pelacakan aset jika itu bukan berasal dari hasil korupsi di PT Asabri.

"Kalau ada kendala kurang data, karena diakui bukan dari PT Asabri. Kalau bukan dari PT Asabri, ya dilacak dari mana. Kalau dari perusahaan lain atau BUMN lain atau dugaan pencucian lain ya dikejar saja," tuturnya.