News

Kejagung Dalami Peran Tersangka Korupsi PT Askrindo Mitra Utama

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan.


Kejagung Dalami Peran Tersangka Korupsi PT Askrindo Mitra Utama
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terus mendalami peran tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU) tahun anggaran 2016 - 2020.

Tim penyidik memeriksa empat saksi untuk tersangka WW, FB, dan AFS. Para saksi itu adalah WR selaku Pelaksana Pemasaran PT. Askrindo Mitra Utama Perwakilan Sukabumi.

Kemudian memeriksa AAY selaku Pelaksana Pemasaran PT Askrindo Mitra Utama Perwakilan Serang. AS selaku Pemimpin PT. Askrindo Cabang Sukabumi. Dan saksi DCW selaku Pemimpin PT. Askrindo Cabang Cirebon.

"Para saksi diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di kantornya, Senin (29/11/2021).

Leo mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

"Kepentingan penyidikan guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Askrindo Mitra Utama," kata Leo.

Sebelumnya, tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT Askrindo berinisial NY.

Dalam kasus PT AMU, Kejagung menetapkan Komisaris PT Askrindo Mitra Utama (AMU) sekaligus Direktur Operasional Ritel PT Askrindo berinisial AFS atau Anton Fajar Siregar.

Kemudian penyidik kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PT AMU. Kedua tersangka yakni mantan Direktur Pemasaran PT AMU Wahyu Wisambodo, dan mantan Direktur Kepatuhan dan SDM Firman Berahima.