News

Kejagung Dalami Peran Orang Dekat Tersangka Kasus Korupsi Asabri

Tim penyidik Kejaksaan Agung masih terus menelisik para pihak yang diduga mendapat keuntungan hasil korupsi dari pengelolaan dana PT Asabri.


Kejagung Dalami Peran Orang Dekat Tersangka Kasus Korupsi Asabri
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tim penyidik Kejaksaan Agung masih terus menelisik para pihak yang diduga mendapat keuntungan hasil korupsi dari pengelolaan dana PT Asabri. Khususnya mereka punya hubungan dengan para tersangka.

Direktur Penyidikan Kejagung Supardi menyatakan, tim penyidiknya masih bekerja dengan memeriksa sejumlah saksi untuk menemukan aktor intelektual dari mega skandal korupsi Asabri. Supardi menyatakan tak gentar untuk menyeret siapapun yang terlibat.

"Kita tunggu progres penyidikan berikutnya. Punya hubungan dengan pihak siapupun yang penting ada alat bukti yang mendukungnya, kita dalami," kata Dirdik kepada media di Jakarta, Jum'at (10/9/2021).

Supardi memastikan bekerja profesional dan transparan dalam mengusut kasus Asabri. Dia menegaskan akan menyeret pihak manapun yang diduga terlibat dalam kasus yang rugikan negara hingga Rp22,7 triliun.

Kegigihan tim penyidik menyeret semua pihak dibuktikan dengan penetapan tersangka baru, yakni Teddy Tjokrosaputro yang merupakan Presiden Direktur PT Rimo International Lestari, partner sekaligus sebagai adik kandung dari tersangka Benny Tjokrosaputro sebagai pemegang saham RIMO.

Untuk diketahui, dalam kasus Asabri ini, ada sejumlah aktor yang merupakan emiten yang diduga terlibat namun belum diproses secara hukum. Terlihat sejumlah emiten saham yang sampai hari ini sahamnya di Asabri bahkan melebihi batas ketentuan di atas 5 persen.

Berdasarkan informasi KSEI yang telah dimuat di bebagai media, dapat terbaca sejumlah emiten dengan persentase jumlah kepemilikan saham di atas ketentuan. Mereka yang belum tersentuh hukum ini, dapat dibagi dalam dua kelompok kuat.

Kelompok mitranya Heru Hidayat, seperti dalam kepemilikan saham FIRE (23,6 persen), PCAR (25,14 persen), IIKP (12,32 persen), SMRU (8,11 persen). Di mana para mitra tersebut juga menjual saham mereka secara langsung ke PT Asabri.

Kelompok kedua yakni, para pemilik saham/emiten yang bukan milik Heru ataupun Benny Tjokro seperti saham SDMU (18 persen), HRTA (6,6 persen), MINA (5,3 persen), TARA (5,03 persen).