News

Kejagung Cecar Eks Kabid Pengelolaan Saham Terkait Kasus Korupsi Asabri

Kejaksaan Agung memeriksa TY selaku Kepala Bidang Pengelolaan Saham PT Asabri periode 2012-2017 terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri.


Kejagung Cecar Eks Kabid Pengelolaan Saham Terkait Kasus Korupsi Asabri
Tampak suasana Kantor Pusat PT ASABRI (Persero) di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menduga ada sebesar Rp10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa TY selaku Kepala Bidang Pengelolaan Saham PT Asabri periode 2012-2017 terkait kasus dugaan korupsi PT Asabri.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan untuk melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Selasa (8/3/2022).

Ketut menjelaskan, pemeriksaan terhadap saksi TY guna kepentingan penyidikan atas tersangka dalam perkara tersebut yakni Edward Seky Soeryadjaya (ESS). 

baca juga:

Adapun pemeriksaan terhadap saksi TY, diperiksa terkait transaksi saham SUGI yang dilakukan oleh PT Asabri.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M," pungkasnya.

Sebelumnya, Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan, mereka adalah mantan Direktur Ortos Holding Ltd, berinisial ESS alias THS, mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas yang sebelumnya PT Milenium Danatama Sekuritas, berinisial B, dan Komisaris PT Sekawan Inti Pratama, berinisial RARL.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Subsidiair Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. []