News

Kejagung Bantah Instruksikan Jaksa Seluruh Indonesia Polisikan Alvin Lim

Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana membantah pihaknya memerintahkan sejumlah Jaksa di Indonesia untuk mempolisikan pengacara Alvin Lim.


Kejagung Bantah Instruksikan Jaksa Seluruh Indonesia Polisikan Alvin Lim
Gedung Kejaksaan Agung RI (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO, Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana membantah pihaknya memerintahkan sejumlah Jaksa di Indonesia untuk mempolisikan pengacara Alvin Lim.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Alvin Lim menuduh laporan sejumlah Jaksa di daerah terhadap dirinya atas perintah atasan. 

“Enggak ada, enggak ada instruksi apa-apa, silakan saja (melaporkan),” ujar Ketut dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

baca juga:

Lebih lanjut, Ketut menegaskan, pihaknya hanya sekadar mendukung laporan yang telah dibuat oleh Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja).

"Enggak apa-apa, silahkan saja. Kami mendukung-dukung aja, sepanjang positif kita mendukung ya," tutupnya.

Sebelumnya, Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) wilayah Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta  melaporkan pengacara Alvin Lim ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong dan atau ujaran kebencian. 

Melalui akun YouTube pribadinya, Alvin Lim  menyebut 'Kejaksaan Sarang Mafia'. Laporan Yadyn teregister dengan nomor LP/B/4820/IX/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal 20 September 2022. 

Alvin Lim diduga telah menyebarkan berita bohong dan atau ujaran kebencian, yang diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Dan Atau Pasal 14 Ayat (2) Dan Atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Dan Atau Pasal 156 KUHPidana. 

Menanggapi hal ini, Alvin merasa tak takut dan siap menghadapi laporan tersebut. 

"Catat: Alvin Lim tidak takut dipenjara dan tidak akan mundur selangkahpun walau dipolisikan selama Kejaksaan yang saya cintai bisa berubah lebih baik, saya rela kasih nyawa saya. Stop kemunafikan, stop koruptif mind dan be realis, demi masyarakat dan keadilan," kata Alvin dalam keterangannya, Kamis (21/9/2022).

Alvin menilai jika laporan yang dilayangkan justru menunjukkan kejaksaan pengecut, antikritik, dan tidak tanggap atas aspirasi masyarakat.

"Terlihat mereka diperintah atasan /kejagung untuk rame-rame serang saya seorang, jadi sikap ini jelas menunjukkan, kejaksaan pengecut, antikritik, dan tidak tanggap atas aspirasi masyarakat," lanjutnya. 

"Selama ini Jaksa Agung bicara pidana yang humanis hanyalah pencitraan. Buktinya, ketika tersinggung akan kritikan, lalu langsung pidanakan masyarakat. Harusnya kejaksaan mengacara komentar masyarakat semua mencemooh kejaksaan yang tidak mau akui institusinya masih perlu berbenah," sambungnya. []