Ekonomi

Kejagung Bakal Tetapkan Tiga Direktur Jadi Tersangka, Begini Reaksi BTN 


Kejagung Bakal Tetapkan Tiga Direktur Jadi Tersangka, Begini Reaksi BTN 
Direksi BTN usai RUPSLB hari ini, Rabu (27/11/29) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk buka suara terkait sejumlah direkturnya yang akan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung hari ini, Rabu (27/11/2019).

Direktur Human Capital, Legal, dan Compliance Yossi Istanto mengaku dirinya belum secara detail mengetahui masalah tersebut. Namun ia tetap percaya bahwa Kejaksaan Agung bakal profesional menyelesaikan masalah itu.

"Sedikit gambaran aja bahwa seseorang dinyatakan telah melakukan tindak pidana mesti ada dua unsur, yaitu actus reusnya unsur-unsur pidananya terpenuhi dan mens reanya niat jahatnya mesti harus terpenuhi," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Yossi menegaskan pihaknya bakal taat azas dan hukum. Maupun kooperatif menjalani semua proses hukum yang ada.

"Jadi kami akan kooperatif dan teman-teman kejaksaan pasti akan profesional itu yang kami inginkan," jelasnya.

Sebagai informasi. Kejaksaan Agung akan menetapkan tiga direksi bank berkode emiten BBTN itu menjadi tersangka berkaitan dengan kasus kredit macet.

Adapun kabar penetapan tiga direksi jadi tersangka tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono lewat keterangan tertulis yang diterima Akurat.co. Dalam keterangan tersebut, Arief menyatakan bahwa dirinya menerima kabar ini langsung dari Jaksa Muda Agung Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

"Pagi ini Kejaksaan Agung melalui Jampidsus Adi Toegarisman memberikan keterangan terkait kasus tersebut yang akan naik ke tingkat penyidikan dan penetapan tersangka," jelas Arief seperti yang tertera dalam keterangan resminya tersebut.

Menurut Arief, kasus kredit macet tersebut terjadi wilayah kerja Bank BTN di Batam, Kepulauan Riau. Kasus kredit macet senilai Rp 300 miliar tersebut, diduga memiliki unsur tindak pidana korupsi dan menetapkan para tersangka diantaranya pihak penerima kredit dan direksi BTN. Arief menyebutkan tiga direktur yang bakal berstatus tersangka itu diantaranya berinisial YI, NN dan EN.[]