News

Kejadian Langka, Wanita Ini Hamil Lagi Saat Tengah Mengandung

Rebecca Roberts, wanita asal Inggris ini belakangan ramai jadi perhatian media. Pasalnya, saat tengah hamil, Roberts justru dikatakan hamil lagi.


Kejadian Langka, Wanita Ini Hamil Lagi Saat Tengah Mengandung
Rebecca Roberts dan pasangannya, Rhys Weaver, memiliki anak kembar yang dikandung dengan jarak tiga minggu (FACEBOOK/REBECCA ROBERTS)

AKURAT.CO, Rebecca Roberts, wanita asal Inggris ini belakangan ramai jadi perhatian media.

Pasalnya, Roberts dan pasangannya sudah lama berjuang untuk mempunyai anak. Kemudian, saat berhasil hamil, Roberts justru mendapatkan kejutan tak terduga.

Di tengah-tengah mengandung anak itu, Roberts dikatakan hamil lagi. Dengan kata lain, Roberts mengandung dua janin dengan usia yang berbeda.

Mengutip Sydney Morning Herald hingga NDTV, Roberts dan pasangannya, Rhys Weaver berjuang dengan ketidaksuburan selama lebih dari setahun.

Saat mendapat hasil positif, mereka langsung menemui dokter untuk USG. Ketika itu, Roberts dan pasangannya melihat satu bayi di layar sonogram.

Bayi itu sehat, detak jantungnya stabil, dan jelas tunggal, kata dokter kandungan yang mengurus Roberts.

"Saya ingat berjalan menjauh dari pemindaian pertama dengan sangat bahagia," kata Roberts (39) yang tinggal di Wiltshire.

Lima minggu kemudian, kegembiraan Roberts bercampur dengan keterkejutan. Ia pun dibuat syok ketika hasil pemeriksaan ultrasonografinya yang ke-12, terlihat janin lain mengisi rahimnya.

Saat itulah, ahli sonografi mengatakan bahwa Roberts mengandung bayi lagi.

"Tampaknya Roberts tiba-tiba mengandung dua bayi, salah satunya kurang berkembang dibandingkan yang lain," ucap ahli sonografi tersebut.

Mendengar penjelasan itu, seisi ruangan awalnya sunyi, dan Roberts dan Weaver hanya bisa terperangah.

Terlebih, saat Roberts dinyatakan hamil kembar meski jarak perkembangan satu dengan yang lain berbeda.

"Saya pikir sesuatu yang buruk telah terjadi. Ahli sonografi menatap saya dan berkata, Apakah Anda tahu Anda mengharapkan anak kembar?"

Setelahnya, Roberts ternyata didiagnosis mengalami superfetasi. Ini adalah kondisi langka di mana seorang wanita yang sudah mengandung, tetapi hamil lagi.

Ahli juga mengatakan bagaimana superfetasi bisa terjadi karena sel telur dibuahi pada waktu yang berbeda.

"Itu adalah kejutan besar. Kami pulang dan langsung mengakses Google. Tapi, kemudian hanya ada sedikit informasi, karena ini tidak seharusnya terjadi. Ini berita menakjubkan," kata Roberts yang diketahui sudah memiliki satu anak berusia 15 tahun.

Superfetasi memang sangat jarang terjadi sehingga dokter kandungan Roberts, David Walker awalnya kesulitan untuk mendiagnosis. Selama 25 tahun berkarier sebagai dokter kandungan, kasus Roberts juga menjadi yang pertama bagi Walker.



Kendati demikian, Walker ikut mengutarakan keprihatinan karena bayi kedua Roberts tumbuh lebih kecil.

"Kehamilan Roberts adalah salah satu dari sedikit kasus superfetasi yang tercatat dalam literatur medis, kata dokter kandungannya.

"Itu tidak terjadi begitu saja," kata Walker seraya menambahkan bagaimana dia sampai melakukan berulang kali pemindaian sebelum memutuskan diagnosis superfetasi.

"Kami prihatin karena kembaran kedua jauh lebih kecil. Hanya dengan pemindaian rutin dan melihat laju pertumbuhan konsisten tiga minggu di belakang baru kami sadari itu superfetasi," sambung Walker.

Biasanya, perubahan hormonal dan fisik selama kehamilan mencegah terjadinya konsepsi atau pembuahan lain. Tetapi itu tidak terjadi pada Roberts.

"Alih-alih menghentikan ovulasi, dia melepaskan sel telur lain sekitar tiga atau empat minggu setelah yang pertama, dan telur itu entah bagaimana secara ajaib berhasil membuahi dan ditanamkan di rahimnya," kata Walker.

Dalam upayanya mempunyai anak, Roberts memang mengaku menggunakan obat kesuburan untuk merangsang ovulasi. Namun, Walker mengatakan ketidakyakinan bahwa obat itu jadi pemicu superfetasi pada Roberts.

"Dia tidak melepaskan dua telur pada saat yang sama, yang biasanya dilakukan oleh pengobatan. Tapi kami tidak punya cara untuk membuktikannya dengan satu atau lain cara," sambung Walker.

Sementara Walker semula prihatin tentang bagaimana kehamilan akan berkembang, tingkat pertumbuhan kedua bayi ternyata berjalan dengan baik.

Prediksi awal bahwa bayi kedua mungkin tidak akan selamat juga terbantahkan.

Akhirnya, pada 17 September lalu, Roberts berhasil menjalani operasi caesar dan melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Meski saat itu, kedua bayi Roberts datang ke dunia dalam periode yang berbeda.

Noah datang lebih dulu, dengan berat 4 pon 10 ons (2,1 kg). Dua menit kemudian, adik perempuannya, Rosalie, tiba dengan berat 2 pon 7 ons (1,1 kg).

Kini, Noah dan Rosalie telah berusia hampir 6 bulan. Roberts dan Weaver mengatakan keduanya tumbuh dengan baik, meski dalam hal ini, Rosalie jauh lebih kecil.

"Meski mereka lahir di hari yang sama, tapi jelas ada perbedaan usia di antara mereka. Itu bisa dilihat.

"Rosalie jauh lebih kecil dan tidak semaju kakaknya, tapi dia akan cepat menyusulnya," kata Weaver.

"Kami ingin orang-orang dapat terus melihat mereka tumbuh hingga dewasa. Keajaiban bisa terjadi, dan anak-anak saya adalah buktinya," dukung Roberts.

Terlepas dari kisah Roberts, jumlah sebenarnya dari kasus superfetasi memang belum diketahui secara pasti. Namun, pada tahun 2008 lalu, European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, sempat mencatat 10 kasus.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu