Ekonomi

Kehilangan Tenaga, IHSG Bakal Sekarat Lagi?

IHSG ditutup melemah 0,05% ke level 6.104,20 pada penutupan perdagangan sesi pertama akhir pekan Jumat (11/6/21).


Kehilangan Tenaga, IHSG Bakal Sekarat Lagi?
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% ke level 6.104,20 pada penutupan perdagangan sesi pertama akhir pekan Jumat (11/6/21). Meski IHSG sempat dibuka menguat, hingga akhirnya keok juga.

Tercatat 241 saham mencuat, 234 melemah dan 159 stagnan. Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 8,7 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 287 miliar di pasar reguler.

Sebelumnya, IHSG dibuka menanjak 10,84 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.118,38 pada pembukaan perdagangan, Jumat (11/6/2021). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,42 poin atau 0,38 persen ke posisi 908,84.

Adapun hingga jelang pukul 09:30 WIB, IHSG berada pada kisaran level 6.115,414.

Sekadar informasi, pergerakan IHSG diramal semakin mantab menguat pasca tertahan pada support Moving Average 50 hari dan break out pada resistance moving average 5 hari sebagai konfirmasi jangka pendek penguatan lanjutan. IHSG (+0.99%) ditutup naik 60.06 poin kelevel 6107.54 dengan saham DCII (+13.3%), BBCA (+1.4%), BBRI (+1.9%), TLKM (+2.7%) dan AMRT (+10.3%) yang menjadi leader penguatan IHSG hingga akhir sesi.

" Angin positif ditengah kuatnya pemulihan ekonomi nasional yang ditandai data keyakinan konsumen yang naik menjadi 104,4 dari 101,5 dan Penjualan ritel yang bergerak positif 15.6% dari negatif 14,6% serta optimisme emiten dalam negeri dalam melakukan aksi korporasi menjadi faktor utama, " papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Laporan data harga konsumen yang lebih kuat memunculkan perdebatan tentang apakah the Fed dapat mempertahankan kebijakan ultra-akomodatifnya dengan risiko destabilisasi inflasi.

Adapun IHSG akan bergerak menguji resistance 6121 pada pivot pertama dari fibonacci ratio. Indikator RSI dan Stochastic bergerak terkonsolidasi pada area overbought dan MACD yang bergerak positif dengan akselerasi histogram yang mendatar. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6057-6121.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ADHI, ASRI, BSDE, CTRA, GGRM, HMSP, PGAS, PWON, WIKA, " tambahnya.[]