Ekonomi

Kehilangan Rp8,7 Triliun, Jeff Bezos Tetap Pertahankan Tahta Jadi Miliarder Terkaya Dunia

Meski kehilangan hartanya hingga US$613 juta atau sekitar Rp8,7 triliun, nampaknya tak menggoyahkan tahta Jeff Bezos menjadi miliarder terkaya di dunia


Kehilangan Rp8,7 Triliun, Jeff Bezos Tetap Pertahankan Tahta Jadi Miliarder Terkaya Dunia
Kekayaan Jeff Bezos melesat drastis meski pandemi menyerang (Business Insider)

AKURAT.CO Meski kehilangan hartanya hingga US$613 juta atau sekitar Rp8,7 triliun, nampaknya tak menggoyahkan tahta Jeff Bezos untuk menjadi miliarder terkaya di dunia.

Melansir Forbes di Jakarta, Selasa (14/9/21), Jeff Bezos masih menjadi orang terkaya di bumi dengan harta USD200,3 miliar atau Rp2.840 triliun.

Berdasarkan data Forbes, selain Jeff Bezos, miliarder yang harta kekayaannya paling banyak berkurang hari itu adalah Mark Zuckerberg. Harta pendiri Facebook itu melorot US$767 juta atau Rp10,89 triliun. Harta Zuckerberg hari ini pun menjadi US$134,5 miliar atau Rp1.900 triliun.

Sedangkan, ketika ada yang menurun, pastinya ada yang naik. Miliarder yang mengalami kenaikan harta paling tinggi adalah pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk.

Harta pria 50 tahun ini naik cukup signifikan yakni US$1,5 miliar atau setara Rp21,3 triliun. Hartanya hari ini pun menjadi USD192 miliar atau sekitar Rp2.733 triliun.

Kendati kenaikan harta kekayaan Elon Musk meroket, tetap saja Musk masih di posisi kedua. Masih cukup panjang perjalanan Elon Musk untuk menyaingi saingannya, Jeff Bezos.

Sebagai informasi, sebelumnya miliarder dunia sekaligus pendiri Amazon Jeff Bezos nampaknya ingin semakin melanggengkan kiprahnya di perekonomian global dengan langkah strategis memberi pendanaan bagi startup bioteknologi yang mengembangkan anti-penuaan bernama Altos Labs. Adapun Alto Labs sendiri merupakan perusahaan yang lahir di AS dan Inggris pada tahun awal tahun 2021 dan sudah menghasilkan US$270 juta (Rp3,8 triliun) untuk melihat potensi teknologi pemrograman ulang sel untuk menunda penuaan pada hewan, dan kemungkinan juga, manusia.

Selain Jeff Bezos, Alto Labs juga mendapatkan pendanaan dari miliarder Rusia Yuri Milner. Untuk diketahui, Milner adalah Co-Founder dan mantan Ketua perusahaan internet Mail.Ru Group dan pendiri perusahaan investasi DST Global. Altos Labs mengungkap bahwa pemenang Hadiah Nobel 2012 Dr. Shinya Yamanaka adalah pelopor dalam pemrograman ulang sel tersebut.

Dilansir dari SWF Institue di Jakarta, Senin (6/9/21) orang lain yang terlibat dalam perusahaan termasuk ahli biologi Spanyol yang bekerja di Salk Institute di California, Dr. Juan Carlos Izpisua Belmonte. Altos Labs dipimpin oleh CEO Richard Klausner, mantan kepala National Cancer Institute. Klausner sebelumnya membantu perusahaan Juno Therapeutics dan perusahaan uji kanker, Grail.

Ada juga seorang ahli lainnya yaitu Dr. Steve Horvath, yang mengembangkan penanda, yang dapat secara akurat mengukur penuaan pada manusia dan hewan. Teknik pemrograman ulang tidak hanya membuat sel bertindak lebih muda, tetapi juga mengubah identitasnya. Pada tahun 2016, Belmonte mendemonstrasikan teknik sel induk embrionik oleh Yamanaka dan menerapkannya pada tikus yang menunjukkan tanda-tanda pembalikan usia.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.