News

Kehabisan Daya Baterai di Mars, Pendarat InSight Milik NASA 'Pensiun Dini'

Panel surya InSight tertutup debu karena diterjang badai debu Mars, sehingga baterainya tak dapat terisi dengan benar.


Kehabisan Daya Baterai di Mars, Pendarat InSight Milik NASA 'Pensiun Dini'
Para ilmuwan pun berharap angin pusar (dust devil) Mars bisa melewati pendarat InSight untuk membersihkan debu dari panel surya dalam waktu yang tersisa, sehingga baterainya dapat terisi lagi dengan benar. (Twitter/NASA)

AKURAT.CO Pendarat Mars 'InSight' akan kehabisan daya akhir musim panas ini, menurut pernyataan NASA pada Selasa (17/5). Dengan demikian, perjalanan sainsnya di planet merah akan berakhir.

Dilansir dari United Press International, pendarat itu 'sakit' setelah diterjang badai debu besar pada Januari, sehingga panel suryanya tertutup. Akibatnya, baterainya sulit terisi kembali. Para ilmuwan pun berharap angin pusar (dust devil) Mars bisa melewati pendarat tersebut untuk membersihkan debu dari panel surya dalam waktu yang tersisa, sehingga baterainya dapat terisi lagi dengan benar.

Bukti angin pusar telah terlihat puluhan kilometer jauhnya dari tempat InSight berada, menurut Bruce Banerdt, penyelidik utama misi InSight sekaligus ilmuwan utama di Jet Propulsion Laboratory NASA. Meski begitu, ia mencatat kemungkinan angin pusar ini melewati InSight antara ada dan tiada.

baca juga:

Di sisi lain, otoritas menyatakan akan mematikan semua instrumen InSight mulai Juli, kecuali seismometernya. Meski begitu, mereka tak akan sepenuhnya memutuskan komunikasi dari pendarat tersebut.

"Meski jarang, komunikasi tetap dibuka untuk berjaga-jaga seandainya InSight dapat bangun sendiri," terang mereka.

Kehabisan Daya Baterai di Mars, Pendarat InSight Milik NASA Pensiun Dini - Foto 1
Twitter/NASA

Lori Glaze, pengurus asosiasi ilmu planet NASA, memuji InSight yang menurutnya telah mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagian dalam planet berbatu dan menyiapkan panggung untuk misi masa depan.

"Apa yang telah kami pelajari tentang struktur bagian dalam Mars dapat kami terapkan ke Bumi, Bulan, Venus, dan planet berbatu lainnya di tata surya lain," ujar Glaze.

Setelah mendarat di Mars pada 2018, InSight ditugaskan untuk menyelidiki bagian dalam planet untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasinya. Pendarat tersebut telah mendeteksi lebih dari 1.300 gempa Mars. Para ilmuwan menduga cadangan magma yang mendasari planet ini menyebabkan gempa, meski gunung berapi tak secara aktif meletus di permukaan planet.

Meski dirusak badai debu dan dayanya tertatih-tatih, pendarat InSight NASA di Mars telah membuat temuan ilmiah, termasuk deteksi gempa Mars yang kuat baru-baru ini. Diukur pada 4 Mei, gempa itu menjadi yang paling kuat yang terdeteksi InSight sejauh ini. Mengguncang selama lebih dari 9 jam, getarannya membuka jendela ke bagian dalam planet dan memberikan data yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang bagian dalam Mars.

Menurut Banerdt, data gempa besar ini akan membantu para ilmuwan lebih menyempurnakan teori mereka tentang ukuran dan komposisi inti planet dan memberi detail baru tentang medan magnet planet.

"Sebelum InSight, gambaran yang kami miliki tentang seperti apa bagian dalam Mars masih kabur. Sekarang, kita bisa menggambar Mars dengan lebih tepat. Kita tahu ketebalan kerak dan inti yang akan menjelaskan lebih banyak soal terbentuknya planet," tuturnya.

Kehabisan Daya Baterai di Mars, Pendarat InSight Milik NASA Pensiun Dini - Foto 2
Twitter/NASA

Di Bumi, gempa disebabkan oleh lempeng tektonik ketika lempeng yang membentuk kerak bumi bergeser dan bertabrakan. Namun, Mars tak punya kerak yang terdiri dari lempeng, sehingga getaran planet disebabkan oleh fenomena yang cukup berbeda.

"Di Mars, gempa disebabkan oleh kontraksi kerak akibat pendinginan dan gerakan vertikal dari kenaikan dan penurunan termal. Sementara itu, di Bumi, sebagian besar aktivitas seismik berasal dari lempeng tektonik yang saling bergerak," sambungnya.

Menurut Banerdt, gempa juga disebabkan oleh kekuatan di kerak atau konveksi di mantel, yang juga membantu mendorong lempeng tektonik. Bayangkan memanggang kue, bagian atas kerak planet mengembang dan mengerut saat bagian tengahnya memanas, kemudian mengembang ke atas, sehingga bagian atasnya terdorong. Ekspansi ke atas ini menyebabkan retakan di bagian atas kue, efek serupa pada kerak planet Mars.

Gempa Mars sebelumnya lebih dalam di bawah kerak planet dan hanya terdeteksi dengan rangkaian instrumen InSight. Namun, gempa 4 Mei bisa dirasakan jika seseorang berdiri di permukaan, menurut para ilmuwan.

Tercatat dengan magnitudo 5 SR, gempa ini lemah dibandingkan dengan banyak gempa yang dirasakan di Bumi, menurut Banerdt. Namun, gempa yang mencapai intensitas ini telah dicari oleh para ilmuwan.

Temuan ini merupakan kemenangan bagi InSight.

"Pengukur seismik seperti ini sangat penting untuk memahami pergerakan bagian dalam planet berbatu, seperti Bumi dan Mars. Kami sangat ingin memilikinya di setiap planet," pungkas Glaze.[]