Lifestyle

Kegiatan BIAS Perlu Didukung Jarum Suntik Berkualitas Standaw WHO

Kegiatan BIAS Perlu Didukung Jarum Suntik Berkualitas Standaw WHO
Ilustrasi kegiatan BIAS (IRRA)

AKURAT.CO, Banyak penelitian menunjukkan penggunaan jarum suntik yang tidak aman, memberikan risiko sangat tinggi, baik bagi pasien maupun bagi para pekerja medis.  Seperti dikutip dari Alomedia, setiap tahun, banyak petugas kesehatan yang terpapar needle stick injury atau luka akibat tertusuk jarum. Luka akibat tusukan jarum dalam setting medis berisiko memaparkan berbagai patogen seperti HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C kepada para petugas kesehatan.   

Untuk diketahui, sejak 2020 WHO mulai mencanangkan penggunaan alat suntik yang aman di seluruh dunia. Di Indonesia, penggunaan jarum suntik ADS dan safety needle di kalangan medis masih dalam kisaran di bawah 20%, sisanya berupa produk jarum suntik non-ADS.

Oleh karena itu, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)  dan PT Oneject Indonesia (Oneject) selaku distributor dan produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) dan Safety Needle terkemuka di Asia, berperan aktif mendukung BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Program Pemerintah ini  bertujuan untuk memberi perlindungan kepada peserta didik dari ancaman penyakit campak, difteri, tetanus dan penyakit-penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi. 

baca juga:

Dalam kaitan tersebut, IRRA bersama Oneject melakukan  pendampingan terhadap kegiatan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) yang dilakukan tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Penjaringan, di SD Negeri Penjaringan 01, Jakarta Utara.  

“Kami gembira sekali dilibatkan dalam program BIAS di SDN Penjaringan 01. Program ini merupakan kontribusi nyata  kami untuk melindungi masa depan kesehatan anak didik di Indonesia. Dengan produk-produk alat suntik pintar (smart syringe) yang merupakan gabungan dari safety needle dan auto disable syringe produksi Oneject sister company kami, kami ingin memberikan perasaan aman dan nyaman baik bagi siswa yang diimunisasi, maupun orang tua dan guru yang mendampingi mereka, juga para nakes yang menjalankan imunisasi,” papar Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif melalui keterangan dikutip pada Selasa (27/9/2022).

Menurut Heru, teknologi Oneject Smart Syringe yang merupakan perpaduan antara Oneject Auto Disable Syringe dan Oneject Safety Needle, memberikan keamanan maksimal bagi pasien dan tenaga medis. Hal ini lantaran setelah proses penyuntikan, piston akan terkunci dan rusak secara otomatis, sehingga suntikan itu tidak dapat digunakan lagi, dan alat suntik akan terlindungi. Karena teknologi tersebut, ADS memperoleh sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization – WHO). 

Heru menegaskan, sebagai distributor dan produsen alat suntik sekali pakai Auto Disable Syringe (ADS) dan Safety Needle yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60%, IRRA dan Oneject berkomitmen selalu mendukung berbagai program pemerintah  yang bertujuan untuk memberi perlindungan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.

Program BIAS sendiri merupakan kegiatan imunisasi lanjut bagi anak sekolah dasar yang bertujuan melindungi anak Indonesia dari berbagai macam penyakit. Pemerintah menyelenggarakan program BIAS karena imunisasi untuk anak waktu bayi dianggap belum cukup memberi perlindungan terhadap penyakit PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) bagi usia anak sekolah. Hal ini didasarkan adanya penurunan terhadap kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi.

Program BIAS diselenggarakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1059/Menkes/SK/IX/2004 dan mengacu pada imbauan UNICEF, WHO dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) pada tahun 2005 di negara berkembang (insiden dibawah 1 per 1.000 kelahiran hidup dalam satu tahun).