Ekonomi

Kedatangan Luar Negeri Bakal Diperketat, Ini Aturannya!

Menko Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kedatangan luar negeri diperketat guna mencegah penyebaran Covid-19


Kedatangan Luar Negeri Bakal Diperketat, Ini Aturannya!
Penumpang kedatangan luar negeri saat berada di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kedatangan luar negeri diperketat guna mencegah penyebaran Covid-19, khususnya dari negara-negara yang memiliki kecenderungan penularan yang tinggi.

"Kedatangan orang asing juga kami lakukan pengetatan untuk orang dari daerah-daerah yang kita anggap punya kecenderungan tinggi atau level 4, istilah kita," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (27/9/2021).

Ia menyebut sejumlah negara yang dinilai memiliki potensi penularan tinggi yakni Amerika Serikat dan Turki.

"Terdapat beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Turki, itu juga dalam kategori cukup tinggi," imbuhnya dilansir dari Antara.

Luhut juga memastikan proses karantina selama 8 hari untuk mereka yang baru datang dari luar negeri tetap dilakukan. Menurut dia, hal itu dilakukan atas saran epidemiolog.

"Karena hasil epidemiolog, itu dua hari kelihatan reaksi kalau dia (seseorang) kena varian delta ini. Kita masih cukup oke dengan (ketentuan) itu," ujarnya.

Luhut mengklaim pemerintah pun tegas langsung melakukan karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri, bahkan jika mereka datang dari daerah dengan tingkat penularan rendah.

"Dari Saudi Arabia juga tingkat di sana rendah, jadi dalam perjalanan kena, itu langsung kita bawa dikarantina. Jadi sekarang tidak diperiksa di airport, langsung bawa ke karantina," katanya.

Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga akan mengatur jadwal kedatangan penerbangan dari luar negeri. Hal itu dilakukan untuk mencegah penumpukan dan berpotensi menyebabkan penularan.

"Penerbangan yang datang dari luar negeri akan diatur kedatangaannya supaya tidak terjadi penumpukan. Ini untuk menghindari juga hal lain," pungkas Luhut.

Sekadar informasi, sebelumnya PT Angkasa Pura II (Persero) mewajibkan seluruh penumpang internasional dari luar negeri yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani tes Covid-19, yakni tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) yang hasilnya dapat diterbitkan paling lama 1 jam atau tes RT-PCR.

"Ketentuan ini telah dijalankan dengan baik di Bandara Soekarno-Hatta, di mana seluruh penumpang dari luar negeri yang baru mendarat langsung menjalani tes PCR di Terminal 3 sebelum memproses keimigrasian untuk masuk wilayah Indonesia," jelas Direktur Utama perseroan Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Rabu (22/9/2021).

Ia menuturkan bahwa ketentuan tersebut diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 77/2021 yang merupakan perubahan atas SE Kemenhub Nomor 74/2021.[]

Sumber: Antara