Rahmah

Kedahsyatan Wudhu sebagai Terapi Kesehatan

Kedahsyatan Wudhu sebagai Terapi Kesehatan
Musyfiroh Nurlaili (Lufaefi/Akurat.co)

AKURAT.CO Wudhu menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan minimal lima kali dalam sehari bagi umat Islam. Meski demikian, tidak sedikit umat Islam yang melakukannya lebih dari itu sebagai upaya menjaga kebersihan dan melanggengkan kesucian.

Tak hanya menjadi prasyarat melakukan salat, wudhu bagi seorang Muslim dapat menjadi terapi kesehatan. Demikian disampaikan oleh Akademisi Musyfiroh Nurlaili, Dosen FIDIKOM UIN Jakarta. Dalam program Bincang Hikmah, Rabu (07/04/2021), ia menyebut setiap gerakan wudhu memiliki manfaat untuk kesehatan.

Pertama yang biasa dilakukan seseorang ketika wudhu adalah mencuci tangan. Mencuci tangan dapat menjauhkan kita dari kuman. "Sebagaimana diingatkan kembali di masa pandemi ini, mencuci tangan menjadi salah satu protokol kesehatan agar kita terhindar dari penyakit." Katanya.

Selanjutnya adalah berkumur. Musyfiroh menyebut, berkumur saat wudhu bukan hanya membersihkan mulut dari kotoran-kotoran yang sembunyi pada mulut, tetapi juga dapat menjadikan seseorang menjauhi perkataan buruk. Demikian sebab orang yang memiliki wudhu akan sadar bahwa dirinya sedang dalam keadaan suci, dan harus menghindari perkataan-perkataan kotor.

Ia juga menyebut gerakan wudhu yang berikutnya, yaitu instinyaq. "Gerakan ketiga setelah berkumur adalah memasukkan air ke dam rongga hidung, untuk kemudian kembali dikeluarkan. Tak hanya membersihkan hidung dari macam penyakit, tetapi juga dapat menjauhkan kita dari penyakit flu dan gangguan pernafasan." Lanjut Musyfiroh.

Gerakan keempat dalam wudhu adalah membasuh wajah. Sekretaris Jenderal Asosiasi Da'i Da'iyah Indonesia itu menyebut, membasuh wajah dapat menjauhkan kita dari penyakit kulit seperti jerawat. Begitu juga dengan gerakan setelannya, yakni membasuh tangan, selain dapat membersihkan dari kotoran, juga dapat melancarkan titik-titik akupuntur dan menjauhkannya dari berbagai penyakit.

Sedangkan pada gerakan setelahnya, yaitu membasuh sebagian kepala, ia menyebut bisa menjauhkan seseorang dari pikun. "Gerakan berikutnya, membasuh sebagian kepala, bisa menjauhkan kita dari lupa ingatan, dan menjernihkan pikiran." Katanya lagi.

Sementara gerakan berikutnya, yaitu membasuh telinga, dapat membersihkan telinga dari kuman maupun debu yang menempel. Dan terakhir, sambung Musyfiroh, membasuh kaki, memiliki manfaat kesehatan seperti di antaranya melindungi kaki dari jamur, mengencangkan kulit, dan akan membuat kita lebih tenang.

Pada webinar yang diselenggarakan atas kerjasama Program Magister FIDIKOM UIN Jakarta dengan Akurat.co itu, Musyfiroh berharap agar umat Islam bisa selalu menyempurnakan wudhunya. Sehingga selain dapat menjadi jalan sahnya ibadah salat, juga akan terhindar dari banyak macam penyakit. Sebab, lanjutnya, wudhu memiliki kedahsyatan yang kuat biasa.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu