News

Kecewa Lysychansk Diambil Rusia, Zelensky Bertekad Rebut Kembali dengan Bantuan AS

Dengan direbutnya Lysychansk, Rusia resmi menguasai penuh seluruh wilayah provinsi Luhansk.


Kecewa Lysychansk Diambil Rusia, Zelensky Bertekad Rebut Kembali dengan Bantuan AS
Pasukan Rusia telah merebut desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota itu pada Minggu (3/7). (REUTERS)

AKURAT.CO, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui pasukannya telah ditarik dari kota Lysychansk, benteng terakhir Ukraina di provinsi Luhansk. Namun, ia berjanji pada Minggu (3/7) malam akan merebut kembali kendali atas wilayah yang hilang tersebut dengan bantuan senjata jarak jauh dari Barat.

Dilansir dari AFP, Rusia merebut Lysychansk kurang dari seminggu setelah mengambil kendali tetangganya, Severodonetsk. Dengan demikian, Negeri Beruang Merah mendapatkan kendali penuh atas Luhansk, kemenangan politik yang memenuhi tujuan utama perang Kremlin.

"Jika komandan tentara kita menarik pasukannya dari titik-titik tertentu di garis depan, itu berarti musuh memiliki daya tembak terbesar. Ini juga berlaku untuk Lysychansk. Artinya hanya satu, bahwa kami akan kembali berkat taktik kami, berkat peningkatan pasokan senjata modern," tekad Zelensky.

baca juga:

Ini termasuk senjata jarak jauh, seperti peluncur roket HIMARS yang dipasok Amerika Serikat (AS), klaimnya.

"Faktanya, kami melindungi nyawa tentara kami, rakyat kami, yang memainkan peran sama pentingnya. Kami akan membangun kembali temboknya, kami akan memenangkan kembali tanahnya, dan warga harus dilindungi di atas segalanya," tambahnya.

Sejak meninggalkan serangan di ibu kota Kyiv, Rusia memusatkan operasi militernya di jantung industri Donbas. Di sana, proksi separatis yang didukung Moskow telah memerangi tentara Ukraina sejak 2014.

Rusia pun mengeklaim sedang merebut wilayah Luhansk untuk diserahkan kepada Republik Rakyat Luhansk. Kemerdekaannya diakui Rusia sebelum menyerang Ukraina pada 24 Februari.

Pada Minggu (3/7), pasukan Rusia telah merebut desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota itu. Tak lama kemudian, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu melapor ke Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk telah 'dibebaskan'.

Sementara itu, komando militer Ukraina mengatakan pasukannya telah dipaksa mundur dari kota tersebut.

"Jika pertahanan dilanjutkan, akan terjadi konsekuensi yang fatal. Demi menyelamatkan nyawa para pembela Ukraina, dibuat keputusan untuk mundur," bunyi pernyataan komando militer Ukraina.

Menurut otoritas Ukraina, istilah 'membebaskan' wilayah dari Ukraina merupakan propaganda Rusia. Mereka pun melaporkan rentetan artileri yang intensi di daerah pemukiman di kota Lysychansk.

Fokus medan perang kini bergeser ke provinsi tetangganya, Donetsk, yang bersama dengan Luhansk membentuk kawasan bernama Donbas. []