News

Kecelakaan Tambang Batu Bara Rusia Tewaskan 11 Orang, 35 Pekerja Terjebak di Bawah Tanah

Sekitar 285 orang berada di dalam tambang batu bara Listvyazhnaya ketika kecelakaan terjadi.


Kecelakaan Tambang Batu Bara Rusia Tewaskan 11 Orang, 35 Pekerja Terjebak di Bawah Tanah
Para petugas ahli dikerahkan dalam operasi penyelamatan di tambang batu bara Listvyazhnaya, Kemerovo, Rusia, pada Kamis (25/11). (Reuters)

AKURAT.CO, Sedikitnya 11 penambang tewas dalam kecelakaan di tambang batu bara Siberia, Rusia, pada Kamis (25/11). Puluhan orang lainnya pun masih terjebak di bawah tanah. Namun, operasi penyelamatan dihentikan karena risiko ledakan, menurut otoritas setempat dan layanan darurat.

Dilansir dari Reuters, debu batu bara terbakar di lubang ventilasi tambang Listvyazhnaya, Kemerovo, pada Kamis (25/11). Akibatnya, tambang tersebut penuh dengan asap.

"Tugas pencarian dan penyelamatan telah dihentikan sementara karena ancaman ledakan," ungkap juru bicara layanan darurat yang enggan disebutkan namanya.

Kecelakaan ini menewaskan 11 orang, sedangkan 35 lainnya masih berada di bawah tanah, menurut Gubernur Regional Sergei Tsivilev. Puluhan orang dirawat di rumah sakit. Beberapa di antaranya mengalami keracunan asap. Empat orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Sekitar 285 orang berada di dalam tambang ketika asap menyebar melalui lubang ventilasi, menurut kementerian darurat. Setidaknya 239 berhasil keluar ke atas tanah. Mereka tidak mengungkapkan apa yang menyebabkan asap tersebut.

Kremlin pun berharap para penambang yang masih terjebak di bawah tanah dapat dikeluarkan. Presiden Vladimir Putin juga memerintahkan menteri darurat untuk terbang ke sana demi membantu operasi tersebut.

Menurut Tsivilev, masih ada listrik dan ventilasi di tambang. Namun, mereka kehilangan kontak dengan sejumlah orang yang berada jauh di bawah tanah.

"Untuk saat ini tak ada asap tebal, jadi kami berharap tak ada kebakaran. Kami tak punya jalur komunikasi dengan mereka, sistem komunikasi bawah tanah tak berfungsi," terang Tsivilev.

Sementara itu, Komite Investigasi telah membuka kasus pidana atas kelalaian yang telah menyebabkan hilangnya nyawa.

"Menurut data awal, beberapa pekerja menderita keracunan asap. Jumlah korban masih dihitung," tuturnya.

Tambang tersebut merupakan bagian dari SDS-Holding milik perusahaan swasta Siberian Business Union. []