News

Kecelakaan Maut di MT Haryono, PT Transjakarta Akhirnya Buka Suara

PT Transportasi Jakarta buka suara ihwal insiden kecelakaan antar dua bus Transjakarta di Artikel ini telah tayang di Jalan MT Haryono, Senin (25/10/2021).


Kecelakaan Maut di MT Haryono, PT Transjakarta Akhirnya Buka Suara
Pekerja beristirahat di samping bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Rabu (28/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, PT Transportasi Jakarta buka suara ihwal insiden kecelakaan antar dua bus Transjakarta di Artikel ini telah tayang di Jalan MT Haryono, Senin (25/10/2021) pagi.

Direktur Opresional PT Transjakarta Prasetia Budi menyampaikan, setelah mendapatkan informasi kejadian itu, petugas Transjakarta dengan sigap langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, pihaknya juga menurunkan armada Transjakarta Care untuk membawa korban menuju ke rumah sakit terdekat. 

"Dalam proses penanganan di lapangan, kami berkoordinasi langsung dengan pihak Polda Metro Jaya. Petugas kami terus mendampingi korban, baik dari proses evakuasi hingga penanganan di rumah sakit dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik,” ujar Prasetia di Jakarta, Senin (25/10/2021). 

Pihaknya mengatakan, dua armada Transjakarta itu milik operator Bianglala Metropolitan dengan nomor body BMP 211 dan BMP 240.

Sementara akibat kejadian tersebut, kedua armada mengalami kerusahan berat seperti yakni kaca depan pecah, body depan dan belakang bus yang hancur dan kaca samping bus yang pecah. 

“Kedua armada sudah diamankan dari lokasi. Jalur juga sudah langsung dibersihkan oleh petugas kami sehingga sudah bisa dilintasi armada bus dan sudah bisa melayani pelanggan secara normal kembali,” katanya. 

Saat ini Transjakarta tengah menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh pihak yang berwajib. Dalam hal ini, Transjakarta siap support membantu kelancaran pada setiap proses investigasi yang dilakukan secara kooperatif. 

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, informasi awal yang mereka himpun, kecelakaan itu terjadi saat satu bus sedang ngetem di halte. Lalu, tiba-tiba satu bus lain datang menghantam sisi belakang bus yang sedang ngetem itu. 

Dia mengungkapkan, dilihat dari kondisi di lapangan, tabrakan itu cukup keras. Sebab, bus yang sedang berhenti di halte bergaer hingga 15 meter dari posisi awal. "Jadi kan terdorongnya dengan kecepatan cukup tinggi," katanya.[]