News

Kecelakaan Kereta Taiwan: Bos Truk Nyatakan Penyesalan Mendalam dan Siap Tanggung Jawab

Sebuah truk dari lokasi konstruksi tergelincir ke jalur kereta api dan menyebabkan bencana kereta api terburuk di Taiwan dalam beberapa dekade terakhir.


Kecelakaan Kereta Taiwan: Bos Truk Nyatakan Penyesalan Mendalam dan Siap Tanggung Jawab
Awak kereta masih dalam proses mengeluarkan bangkai kereta dari terowongan dan dikhawatirkan masih ada mayat yang ditemukan (EPA via BBC)

AKURAT.CO, Sebuah truk dari lokasi konstruksi tergelincir ke jalur kereta api dan menyebabkan bencana kereta api terburuk di Taiwan dalam beberapa dekade terakhir. Manajernya pun menyatakan penyesalan mendalam.

Dilansir dari BBC, Lee Yi-hsiang mengaku sangat menyesal dan ingin menyampaikan permintaan maaf yang paling tulus. Truk bak datar miliknya diparkir di tanggul, tetapi tergelincir ke bawah dan menyebabkan kereta tergelincir pada Jumat (2/3) di dekat Kota Hualien. Sedikitnya 50 orang tewas, sedangkan lebih dari 200 lainnya luka-luka dalam kecelakaan itu.

Menurut penyidik, rekaman CCTV dari gerbong depan menunjukkan masinis hanya punya 6,9 detik untuk merespons dan kereta hanya berjarak 250 meter dari truk. Akibatnya, masinis tak punya cukup waktu atau jarak untuk berhenti dan menghindari tabrakan.

Penyidik pun kini tengah mencari tahu apakah Lee tidak memasang rem darurat atau apakah ada kerusakan mekanis di kendaraannya. Ia diinterogasi pada akhir pekan oleh jaksa penuntut dan dibebaskan dengan jaminan. Namun, pada Minggu (4/4), ia ditahan kembali karena dianggap berisiko melarikan diri dan punya riwayat hukuman sebelumnya.

Sementara itu, Lee berjanji akan bekerja sama dengan penyidik kecelakaan dan memenuhi tanggung jawabnya. Ia kemudian dibawa pergi oleh polisi.

Pria 49 tahun itu merupakan anggota tim yang rutin memeriksa jalur kereta di pegunungan timur Taiwan untuk mencari tanah longsor dan risiko lainnya. Ia juga diketahui sebagai sopir truk bak datar.

Kereta delapan gerbong tengah melaju dari ibu kota Taipei ke Taitung ketika menabrak truk bak datar dan terguling di dalam terowongan di utara Hualien. Kereta itu penuh sesak dengan warga yang bepergian untuk merayakan liburan panjang akhir pekan. Banyak dari hampir 500 penumpang di dalamnya berdiri karena kereta sangat penuh.

Beberapa korban yang selamat kehilangan seluruh anggota keluarga mereka, menurut laporan AFP. Sementara itu, Taiwan menetapkan 3 hari berkabung nasional.

Awak kereta masih dalam proses mengeluarkan bangkai kereta dari terowongan dengan perlahan dan hati-hati. Pasalnya, dikhawatirkan lebih banyak mayat ditemukan.

Penyidik juga telah memeriksa perangkat perekam kereta dan rekaman CCTV dari gerbong depan, menurut keterangan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Taiwan.

"Menurut kesaksian sejumlah penumpang, mereka mendengar klakson dibunyikan dan diyakini masinis telah melihat sebuah objek di lintasan," ujar Hong Young.

Ia menambahkan, masinis yang menjadi salah satu korban tewas telah berjuang menghindari kecelakaan itu.

Meski begitu, ada sejumlah pertanyaan tentang seberapa penuh kereta itu dan mengapa tidak ada penghalang di tepi rel. Akibatnya, Menteri Transportasi Taiwan Lin Chia-lung mengajukan pengunduran dirinya pada Minggu (4/4).

"Saya seharusnya menerima semua kritik selama beberapa hari terakhir. Namun, kami belum menjalankannya dengan cukup baik," tulisnya di Facebook.

Namun, pemerintah belum menerima pengunduran dirinya dan menyatakan ia harus tetap menjabat sampai investigasi selesai.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu