Rahmah

Kecam Trend Makmum Salat dengan Kipas Angin, MUI: Hukum Allah Jangan Jadi Bahan Candaan

Viral di media sosial seseorang pria membuat konten video dengan menjadikan kipas angin yang diberi mukena sebagai cosplay makmunya.


Kecam Trend Makmum Salat dengan Kipas Angin, MUI: Hukum Allah Jangan Jadi Bahan Candaan
Trend Makmum Salat dengan Kipas Angin (Tangkapan Layar YouTube Malaysia Viral)

AKURAT.CO Belum lama ini viral di media sosial seseorang pria membuat konten video dengan menjadikan kipas angin yang diberi mukena sebagai cosplay makmunya. Video tersebut sontak mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Bahkan para warganet pun menyerbu kolom komentar miliknya karena dinilai telah mempermainkan agama. 

Lantas bagaimana Islam memandang salat yang dijadikan bahan candaan?

baca juga:

Dilansir dari laman resmi MUI, hukum menjadikan salat sebagai bahan candaan adalah haram. Sebab salat merupakan syariat dan syiar agama Islam. 

Karena itu, bagi siapa saja yang menjadikan bahan candaan, secara otomatis dia termasuk melecehkan agama. Sehingga tidak boleh dilakukan karena berkenaan dengan satu jenis perintah Allah SWT.

Meskipun, mungkin saja tidak ada niat merendahkan dan hanya sekadar guyon memecah keheningan. Namun tetap saja, hukum Allah tidak boleh dijadikan candaan.

Begitu juga menurut Ibnu Hazm dalam kitab al-Fashel juz 3 hal 399 yang terbukti melalui naskah agama bahwa siapa saja yang bercanda dengan menyebut Allah, Malaikat, Rasul, para Nabi, al-Quran, atau satu di antara kewajiban agama, maka bercanda dengan semua itu adalah keingkaran kepada Allah SWT. Bahkan, canda gurau dengan hukum agama dapat merusak akidah agama.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah: 65:

وَلَٮِٕنۡ سَاَلۡتَهُمۡ لَيَـقُوۡلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوۡضُ وَنَلۡعَبُ‌ؕ قُلۡ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوۡلِهٖ كُنۡتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُوۡنَ

Wala'in sa altahum layaquulunna innamaa kunnaa nakhuudu wa nal'ab; qul abillaahi wa 'Aayaatihii wa Rasuulihii kuntum tastahzi'uun

Artinya: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?".

Demikian juga dalam Al-Qur'an Surah Al-An’am ayat 68:

وَاِذَا رَاَيۡتَ الَّذِيۡنَ يَخُوۡضُوۡنَ فِىۡۤ اٰيٰتِنَا فَاَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖ‌ ؕ وَاِمَّا يُنۡسِيَنَّكَ الشَّيۡطٰنُ فَلَا تَقۡعُدۡ بَعۡدَ الذِّكۡرٰى مَعَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَ

Wa izaa ra aital laziina yakhuuduuna fiii Aayaatinaa fa a'rid 'anhum hattaa yakkhuuduu fii hadiisin ghairih; wa immaa yunsiyannakash Shaitaanu falaa taq'ud ba'dazzikraa ma'al qawmiz zaalimiin

Artinya: "Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zhalim". Wallahu A'lam Bishawab. []