News

Kecam Latihan Militer China, Menlu AS: Kunjungan Pelosi ke Taiwan Berlangsung Damai

Antony Blinken mengaku telah memperingatkan Wang Yi pada pertemuan belum lama ini di Indonesia bahwa Nancy Pelosi kemungkinan akan berkunjung ke Taiwan.


Kecam Latihan Militer China, Menlu AS: Kunjungan Pelosi ke Taiwan Berlangsung Damai
China menembakkan rudal balistik dan mengerahkan jet tempur dan kapal perang di sekeliling Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan. (AFP)

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Jumat (5/8) mengecam latihan militer China yang mengepung Taiwan. Menurutnya, itu eskalasi yang signifikan. Ia juga menegaskan bahwa latihan yang diluncurkan oleh Beijing sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan tak bisa dibenarkan.

Dilansir dari AFP, China menembakkan rudal balistik dan mengerahkan jet tempur dan kapal perang di sekeliling Taiwan. Akibatnya, sejumlah jalur pelayaran tersibuk di dunia ini menjadi zona bahaya dengan larangan bepergian.

"Tindakan provokatif ini merupakan eskalasi yang signifikan," kecam Blinken usai berbicara dengan para menteri luar negeri Asia Tenggara di Phnom Penh.

baca juga:

Menurut Blinken, kebuntuan pekan ini adalah upaya terbaru Beijing untuk mengubah status quo yang rapuh atas Taiwan. Wilayah tersebut memiliki pemerintahan sendiri, tetapi dianggap China sebagai bagian dari negaranya yang akan diambilnya, bahkan dengan paksaan jika perlu.

Blinken pun mengaku telah memperingatkan Wang Yi pada pertemuan belum lama ini di Indonesia bahwa Pelosi kemungkinan akan berkunjung ke pulau tersebut.

"Kami mengantisipasi bahwa China mungkin mengambil langkah seperti ini. Ternyata, skenario yang kami gambarkan tepat. Padahal, kunjungan Ketua DPR berlangsung damai. Tak ada pembenaran atas respons militer yang ekstrem, tak proporsional, dan eskalasi ini," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa AS tak akan melakukan tindakan yang memprovokasi krisis. Meski begitu, mereka akan terus mendukung Taiwan dan melakukan transit udara dan laut biasa melalui Selat Taiwan.

"Kami akan terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan," sambungnya.

Sebaliknya, Beijing bersikeras latihan perangnya adalah respons yang diperlukan terhadap kunjungan Pelosi.

Sementara itu, di Kamboja, Blinken bertemu sejawatnya dari Asia Tenggara dan 27 negara lain, termasuk China, Jepang, Inggris, Uni Eropa, dan India. Namun, ia tak bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

ASEAN yang menjadi tuan rumah pertemuan itu sebelumnya mengajak semua pihak agar menahan diri supaya tak ada risiko salah perhitungan maupun konflik antara negara-negara besar.

Menurut Blinken, ASEAN dan otoritas Asia lainnya sangat prihatin bahwa tindakan China akan mengacaukan seluruh kawasan.

"Hal yang paling tidak diinginkan negara-negara di kawasan ini adalah melihat perbedaan antara China daratan dan Taiwan diselesaikan dengan kekerasan. Sudah menjadi kewajiban kita dan China untuk bertindak secara bertanggung jawab. Yang tak kami inginkan adalah upaya negara mana pun, termasuk China dan Rusia, untuk mengganggu perdamaian dan keamanan internasional," tuturnya setelah KTT Asia Timur pada Jumat (5/8).[]