Ekonomi

Kebut Go Green, 2 BUMN Duet Soal Pengolahan Limbah

Surveyor Indonesia dan Adhi Karya berkolaborasi soal pengolahan limbah melalui peresmian fasilitas pengelolaan limbah pertama di Pulau Sumatera


Kebut Go Green, 2 BUMN Duet Soal Pengolahan Limbah
Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan peresmian fasilitas pengolahan limbah terpadu di Pulau Sumatera, Kamis (25/11/2021) (Humas Surveyor Indonesia)

AKURAT.CO, PT Surveyor Indonesia (Persero) (PTSI) dan PT Adhi Kaya (Persero) Tbk berkolaborasi dalam pengolahan limbah melalui peresmian fasilitas pengelolaan limbah pertama di Pulau Sumatera dan pertama yang dimiliki dan dikelola oleh BUMN di Indonesia.

Peresmian yang dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir ini adalah Fasilitas Pengelolaan Limbah Terpadu - FPLT di Kawasan Industri Medan milik ADHI. Turut hadir pula Dirut PTSI M. Haris Witjaksono, Dirut ADHI Entus Asnawi Muchson, Gubernur Sumut, Wakil Walikota Medan dan Wakil Kapolda Sumut.

Direktur Utama PTSI M Haris Witjaksono mengatakan, hal ini merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman kedua BUMN tersebut dalam pengelolaan laboratorium pengujian limbah B3, penyusunan FS serta pelatihan dan sertifikasi

Ia menerangkan, fasilitas laboratorium pengujian limbah B3 Surveyor Indonesia sepenuhnya siap beroperasi.

"Guna meningkatkan proses bisnis dari kedua belah pihak menjadi lebih terintegrasi, Surveyor Indonesia akan memberikan jasa laboratorium uji dan juga monitoring lingkungan dalam pelayanan yang menyeluruh khususnya dalam area kerjasama pengelolaan limbah," jelas Haris dalam keterangan resminya, Sabtu (27/11/2021).

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa ini merupakan perwujudan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mendukung percepatan program Go Green dari Pemerintah Republik Indonesia.

Nota Kesepahaman yang didasari oleh upaya dalam mewujudkan pembangunan Fasilitas Pengelolaan Limbah dan Sampah di Indonesia, merupakan komitmen kolaborasi BUMN dalam demi mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung arahan Program Pemerintah untuk Indonesia Bebas Limbah 2050. 

FPLT Kawasan Medan Tahap I yang dibangun ini terdiri dari empat FPLT yang memiliki unit incinerator dengan kapasitas 24 ton/hari, IPAL B3 dengan kapasitas 200 M3/hari, Tempat Pengumpulan Sementara Limbah seluas 800 M2, fasilitas pemanfaatan limbah B3, fasilitas laboratorium lingkungan, serta fasilitas pelatihan sertifikasi keahlian lingkungan.

Sebagai informasi, sebelumnya, PTSI dan Kementerian Perindustrian bekerjasama dalam mendorong produk dalam negeri bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan meminimalisir impor. Surveyor Indonesia bertekad untuk membuat pengusaha UMKM di Indonesia naik kelas melalui sertifikat TKDN.