Ekonomi

Kebijakan Pemerintah Daerah Harus Responsif Berdayakan Wirausaha Perempuan

Pelaku usaha perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan


Kebijakan Pemerintah Daerah Harus Responsif Berdayakan Wirausaha Perempuan
Eka Dewi Machmoediarty (48) menyelesaikan pembuatan tas rajutan di Raddin Handicraft, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (10/7/2018). Raddin Handicraft sudah berdiri sejak tahun 2004, memproduksi berbagai macam boneka 'Country' dan rajutan seperti tas, taplak meja, topi serta syal. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Untuk boneka 'Country' mulai harga Rp15 ribu hingga Rp75 ribu per produk. Sedangkan rajutan berkisar harga Rp50 ribu sampai Rp1,5 juta per produk (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO  Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan pelaku usaha perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan.

Hal itu disampaikannya ketik berbincang dengan penerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro sebesar Rp2,4 juta di Kabupaten Bekasi.

Ketiga pelaku usaha mikro penerima Banpres Produktif tersebut adalah Anita, Dessy Mayangsari, Erna Setiadi, dan Ermawati. 

Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan kebijakan dari pemerintah daerah harus responsif perempuan. Terutama, dalam pemberdayaan wirausaha perempuan di daerah. 

"Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, kita harus terus melakukan pemberdayaan usaha mikro dan kecil yang dijalankan kaum perempuan," tutur Bintang. 

Dalam kesempatan itu, Erna Setiadi mengatakan, Banpres Produktif sebesar Rp2,4 juta akan dipergunakan untuk menambah modal usahanya.

"Saya berjualan Pop Ice dan jus buah di rumah," ujar Erna. 

Selama pandemi, Erna mengaku penjualannya menurun drastis. Oleh karena itu, dana tersebut akan digunakan untuk inovasi dagangan.

"Saya akan menambah dagangan dengan membuat goreng-gorengan dan stok buah segar di rumah," jelas Erna. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu