News

Kebijakan Jenderal Listyo Sigit Pantas Diapresiasi

Lomba orasi Memperingati Hari HAM Internasional memberikan ruang kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresi.


Kebijakan Jenderal Listyo Sigit Pantas Diapresiasi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri, Jakarta (ISTIMEWA )

AKURAT.CO - Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai memuji agenda Kepolisian RI (Polri) memperingati Hari HAM Internasional.

Dalam memperingati Hari HAM Internasional yang biasa diperingati setiap tanggal 10 Desember, Polri akan menggelar lomba orasi unjuk rasa memperebutkan Piala Kapolri 2021.

Pigai menilai kegiatan tersebut mencerminkan tugas nyata dari korps Bhayangkara terkait isu HAM.

baca juga:

"Inilah wujud nyata implementasi tugas kepolisian berbasis HAM," tulis Pigai di akun Twitter @NataliusPigai2, Kamis (2/12/2021). Pigai menekankan apresiasi layak disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas penyelenggaraan lomba yang bertujuan memberikan ruang penyampaian aspirasi di hari HAM dunia tahun ini.

"Sangat wajar jika semua elemen beri apresiasi dan dukungan atas kebijakan Kapolri," tulis Pigai lagi.

Rencana Polri menggelar lomba orasi unjuk rasa memperebutkan Piala Kapolri 2021 dalam rangka memperingati Hari HAM dunia disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. 

Dia mengatakan, lomba orasi digelar untuk memberikan ruang kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresi.

"Sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku," kata Dedi, dalam keterangan pers, Rabu (24/11/202). 

Dedi menyampaikan lomba orasi mengangkat tema Memperingati Hari Hak Asasi Manusia. Dia mengungkapkan, para peserta dibebaskan untuk menyampaikan orasi dalam bentuk kritik atau masukan yang membangun.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan komitmen Polri untuk menghargai aspirasi masyarakat sebagai salah satu hak asasi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

"Polri selalu menghormati dan menghargai hak asasi manusia dalam bentuk mengawal demokrasi dengan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum," ujar dia.[]