Ekonomi

Kebijakan DP 0 Persen dan PPnBM Kendaraan Bermotor Harusnya Dilakukan Dalam Jangka Panjang

Kebijakan DP 0 persen serta PPnBM untuk kendaraan bermotor seharusnya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang


Kebijakan DP 0 Persen dan PPnBM Kendaraan Bermotor Harusnya Dilakukan Dalam Jangka Panjang
Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah dalam Webinar Akurat.co bertemakan 'Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit', di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

AKURAT.CO Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyampaikan bahwa program atau kebijakan DP 0 persen serta PPnBM untuk kendaraan bermotor seharusnya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

" Mengapa harus jangka waktu yang panjang? agar supaya kebijakan ini bisa menjadi pemanfaatan momentum ketika pandemi Covid-19 berakhir nantinya," ucapnya dalam Webinar Akurat.co, bertemakan 'Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit', di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Sebab, lanjutnya, di tengah pandemi Covid-19 seperti ini ada dua karakteristik atau kategori nasabah, yaitu pertama adalah nasabah yang benar-benar kehilangan daya beli mereka akibat terkena PHK ataupun mereka yang tidak bisa melakukan kegiatan usaha secara normal, sehingga mau tidak mau mengalami penurunan income. Atau bisa dikategorikan sebagai kelompok menengah bawah.

baca juga:

Kemudian yang kedua, adalah kelompok menengah atas yang tidak terpengaruh incomenya oleh pandemi Covid-19. Walaupun terjadi pandemi Covid-19, income mereka relatif tidak mengalami penurunan yang berarti lantaran mereka masih memiliki daya beli.

" Akan tetapi kelompok kedua ini pada umumnya juga tidak melakukan konsumsi, kenapa? karena ada masalah keamanan dan kenyamanan. Sebab kondisi pandemi menyebabkan mereka harus membatasi diri untuk tidak melakukan konsumsi, termasuk mereka juga tidak melakukan pembelian kendaraan bermotor, tidak juga melakukan pembelian barang-barang mewah lainnya termasuk membeli rumah. Apalagi kelompok menengah atas ini umumnya sudah memiliki kendaraan bermotor dan mereka sudah memiliki rumah jadi tidak ada dorongan lagi bagi mereka untuk melakukan pembelian," paparnya.

Maka dengan itu, Piter meyakini jika paket kebijakan ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tidak mengalami penurunan daya beli misalnya seperti ASN.

"Justru para kelompok ASN ini akan lebih potensial untuk memanfaatkan kebijakan ini, sehingga saya meyakini akan mendorong pertumbuhan kredit meskipun tidak maksimal akibat pandemi Covid-19," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun berharap agar pemerintah dan juga ototritas termasuk Bank Indonesia (BI) dalam mengeluarkan kebijakan DP 0 persen dan PPnBM itu jangan dilakukan dalam jangka waktu pendek. Adapun kebijakan ini harusnya dilakukan dalam perspektif yang lebih panjang lagi.

"Yaitu ketika pandemi Covid-19 ini sudah mulai berakhir kemudian perekonomian kita sudah mulai beranjak pulih, kebijakan ini bisa menjadi sebuah katalis pendorong proses pemulihan ekonomi kita agar supaya lebih cepat. Mereka yang masih memiliki daya beli ketika pandemi tersebut hilang, maka mereka akan terdorong untuk melakukan konsumsi kembali," tambahnya.[]

Andi Syafriadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu