Entertainment

Keberatan dengan Dakwaan JPU, Nia Ramadhani Akan Sampaikan Lewat Pledoi

Kuasa hukum Nia Ramadhani melihat ada yang janggal pada dakwaan JPU


Keberatan dengan Dakwaan JPU, Nia Ramadhani Akan Sampaikan Lewat Pledoi
Nia Ramadhani saat menjalani sidang perdana kasus narkoba, Kamis (2/12) (Akurat.co, Agussalim)

AKURAT.CO, Artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, beserta supirnya baru saja mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan dakwaan dengan pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika  juncto pasal 55 ayat 1 KUHP atau perbuatan Nia hingga supirnya tersebut.

Meskipun merasa ada yang janggal dengan dakwaan yang dijatuhkan JPU, pihak Nia Ramadhani belum menyampaikan keberatannya.

baca juga:

Wa Ode Nurzaenab, kuasa hukum Nia dan Ardi memilih untuk mengungkap hal tersebut lewat pledoi atau nota pembelian dalam sidang yang akan datang.

"Sesungguhnya tadi sudah kami sampaikan ke yang mulia majelis hakim bahwa ada tanggapan terhadap surat dakwaan itu. Tetapi tanggapan itu akan kami sekaliguskan di dalam pledoi atau nota pembelaan yang nanti akan kami ajukan," ujar Wa Ode Nurzaenab, di PN Jakarta Pusat, Kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

"Jadi bukan berarti tidak ada tanggapan. Tetapi tanggapannya nanti di sekaliguskan dengan pledoi nanti," lanjutnya.

Disinggung apa saja yang menjadi keberatan pihaknya atas dakwah JPU tersebut, Wa Ode mengaku ada beberapa bagian.

Namun salah satu diantaranya adalah tentang adanya penggeledahan yang disebut dilakukan aparat kepolisian terhadap kliennya.

"Oh soal penggeledahan. Sebagaimana yang disampaikan sebenarnya memang tidak ada penggeledahan yang mereka (polisi) lakukan, pemeriksaan isi rumah juga tidak ada. Tetapi ibu Nia secara sukarela memberikan alat bukti itu kepada penyidik dan beliau kan juga mengakui telah menggunakan (narkoba)," jelas Wa Ode Nurzaenab.

Intinya, Wa Ode mengaku tidak keberatan dengan pasal yang didakwakan terhadap kliennya.

Menurutnya, pasal tersebut sudah sesuai dengan kasus yang menjerat Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan juga sopirnya tersebut.

"Ya, pasalnya itu kan memang bagi pengguna bagi diri sendiri. Jadi pasal itu di dalam UU narkotika adalah bagi pengguna buat diri sendiri, jadi mestinya pasal itu sudah tepat kalau diajukan ke persidangan," tukasnya.

Sebelumnya, kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Nia Ramadhani dan suprinya atas kasus penyalahgunaan narkotika, pada Rabu (7/7).

Mereka diamankan di Kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penangkapan keduanya dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB, sementara untuk Ardi Bakrie ditangkap diwaktu yang berbeda.

Ardi menyerahkan diri setelah Nia membuat pengakuan kepada polisi bahwa suaminya juga ikut mengkonsumsi sabu bersama dirinya.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,78 gram dan juga alat isap sabu alias bong.

Berdasarkan pengakuan sopir yang juga ikut ditangkap, sabu tersebut adalah milik Nia Ramadhani.

Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan juga supirnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka lantaran hasil tes urinenya positif mengandung methamphetamine atau sabu.

Selama ini, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menjalani rehabilitasi di daerah Bogor, Jawa Barat.[]