News

'Kebal Corona', Kepiting Kristal Australia Laris Meski Harganya Lebih dari Rp4,4 Juta

'Kebal Corona', Kepiting Kristal Australia Laris Meski Harganya Lebih dari Rp4,4 Juta
Bisnis kepiting kristal Australia tidak terdampak pandemi COVID-19, meski harganya mencapai lebih dari Rp4,4 juta (WAFIC via ABC Australia)

AKURAT.CO, Saat perekonomian sedang lesu, bisnis kepiting kristal Australia justru 'kebal' dari hantaman pandemi COVID-19. Pasalnya, kepiting ini merupakan salah satu hewan paling dicari di dunia, bahkan harganya di restoran mencapai lebih dari USD 300 (Rp4,4 juta) per ekor.

Dilansir dari ABC Australia, kepiting kristal banyak ditemukan di 80 km lepas pantai Australia Barat pada kedalaman 800 meter. Pengelola Perikanan Krustasea Laut Dalam Pantai Barat pergi ke perairan dalam yang jernih sepanjang tahun untuk menangkap biota tersebut. Menurut Direktur Manajer Glen Bosman, ia yakin kepiting kristal di sana merupakan yang terbaik di dunia.

"Itu fakta yang tak terbantahkan. Spesies kepiting ini dihargai dengan harga tertinggi," ungkapnya.

baca juga:

Kepiting kristal berwarna putih pucat dengan kaki lebih pendek. Beratnya bisa lebih dari 2 kg, 4 kali lebih besar dari ukuran rata-rata rajungan biasa.

Kebal Corona, Kepiting Kristal Australia Laris Meski Harganya Lebih dari Rp4,4 Juta - Foto 1
WAFIC via ABC Australia

Menurut Bosman, komoditas itu diangkut hidup-hidup dalam tangki menuju ke restoran kelas atas. Sebanyak 30 persen diekspor ke China, sedangkan sebagian besar dikirim ke pasar China di Sydney dan Melbourne dengan harga premium.

"Lebih dari 95 persen kepiting kami dijual ke pasar China dan banyak digunakan untuk jamuan makan. Kepiting ditempatkan di tengah meja, dipecah-pecah, lalu dibagi sesuai jumlah orangnya karena ukurannya besar. Di pasar sini, seekor kepiting seberat 2 kg di atas meja akan dijual dengan harga lebih dari USD 300 (Rp4,4 juta). Di China kemungkinan akan lebih mahal," terangnya.

Karena hewan ini bisa ditangkap sepanjang tahun, pasokannya selalu terjamin.

Berbeda dari hewan laut besar lainnya seperti lobster batik, bisnis kepiting mahal ini tak terdampak virus corona. Pasalnya, skalanya kecil dan dikelola dengan ketat. Tangkapan komesial yang diizinkan hanya sebesar 154 ton per tahun, sementara lobster mencapai 6.300 ton.

"Produk kami biasanya habis dalam 2-3 hari dan kami akan menangkapnya seminggu sekali. Permintaan tetap stabil. Permasalahannya cenderung terkait pengiriman udara ke pasar. Akses kami ke tansportasi udara dan untuk melintasi perbatasan antarnegara bagian telah terdampak protokol pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus corona," sambungnya.