News

Kebakaran Hutan Turki Mulai Terkendali, Korban Meninggal 6 Orang

Sebanyak 88 dari 98 kebakaran yang terjadi di tengah angin kencang dan panas terik telah berhasil dikendalikan.


Kebakaran Hutan Turki Mulai Terkendali, Korban Meninggal 6 Orang
Seorang wanita berusaha menghentikan kebakaran hutan yang merambah desa Kacarlar, dekat Manavgat, Antalya, pada Sabtu (31/7). ()

AKURAT.CO, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menetapkan bagian selatan Turki yang dilalap kebakaran hutan sebagai daerah bencana. Jumlah korban tewas pun meningkat menjadi 6 setelah 2 pekerja hutan gugur.

Dilansir dari Al Jazeera, kebakaran di Turki sejak Rabu (28/7) telah melalap hutan, merambah desa dan tujuan wisata, serta memaksa warga untuk mengungsi. Menurut Menteri Pertanian dan Kehutanan Bekir Pakdemirli pada Sabtu (31/7), 88 dari 98 kebakaran yang terjadi di tengah angin kencang dan panas terik telah berhasil dikendalikan.

Nahas, sedikitnya 5 orang tewas di Manavgat dan 1 orang gugur di Marmaris. Kedua kota tersebut terletak di Mediterania dan merupakan destinasi wisata.

Menurut Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, 400 orang yang terdampak di Manavgat telah dipulangkan dari rumah sakit, sedangkan 10 orang masih dirawat. Di Marmaris, 159 orang dirawat dan 1 orang masih menjalani pengobatan luka bakar.

Kebakaran baru pun meletus di Provinsi Hatay selatan, di mana api menjalar ke daerah berpenduduk, tetapi tampaknya berhasil dikendalikan. Sementara itu, media Turki melaporkan bahwa para tamu hotel di sejumlah bagian Aegean, Bodrum, diperintahkan untuk mengungsi. Otoritas pun meminta perahu dan kapal pesiar pribadi untuk membantu upaya evakuasi melalui laut.

Presiden Erdogan juga mengunjungi daerah yang terdampak pada hari Sabtu (31/7). Ia menyisirnya menggunakan helikopter. Melalui Twitter, orang nomor satu di Turki ini menyatakan daerah yang terdampak kebakaran hutan sebagai 'daerah bencana'.

"Kami akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menyembuhkan luka bangsa kami, mengompensasi kerugiannya, dan meningkatkan peluangnya," ucapnya.

Dalam konferensi pers di Manavgat pada Sabtu (31/7), Erdogan menegaskan bahwa Ankara tak ingin memolitisasi insiden ini. Meski begitu, pemerintah tetap mempertimbangkan kemungkinan sabotase dan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kebakaran. Dalam sejumlah kebakaran hutan sebelumnya, Turki telah menyalahkan para pembakar atau kelompok terlarang, seperti Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Pemerintah pun berjanji akan memberikan kompensasi bagi keluarga yang kehilangan rumah atau lahan pertanian mereka. Tak hanya itu, Erdogan berjanji bahwa pajak, jaminan sosial, dan pembayaran kredit akan ditunda bagi mereka yang terdampak, sedangkan usaha kecil akan ditawari kredit tanpa bunga.