News

Kebakaran Hebat Musnahkan Kamp Rohingya di Bangladesh, Aktivis Ungkap Kecurigaannya

Kebakaran hebat tiga kali melanda kamp pengungsi Bangladesh dalam 4 hari dan melalap gubuk-gubuk di sana, menurut keterangan otoritas pada Senin (22/3)


Kebakaran Hebat Musnahkan Kamp Rohingya di Bangladesh, Aktivis Ungkap Kecurigaannya
Kebakaran pada Senin (22/3) memusnahkan setidaknya 900 gubuk yang dihuni 7.400 pengungsi Rohingya di kamp Cox's Bazar, Bangladesh (Associated Press)

AKURAT.CO, Kebakaran hebat tiga kali melanda kamp pengungsi Bangladesh dalam 4 hari dan melalap gubuk-gubuk di sana, menurut keterangan otoritas pada Senin (22/3). Akibatnya, 5 orang diperkirakan tewas, sedangkan 20 ribu etnis Rohingya melarikan diri dalam insiden kebakaran ketiga.

Dilansir dari Channel News Asia, hampir 1 juta minoritas Muslim dari Myanmar hidup berdesak-desakan dan dalam kondisi yang kumuh di kamp-kamp distrik Cox's Bazar. Menurut otoritas, kebakaran tampaknya dimulai di salah satu dari 34 kamp, lalu menyebar ke tiga kamp lainnya. Para pengungsi sontak melarikan diri dari gubuk dengan membawa apa pun yang bisa mereka bawa.

"Kebakaran ini besar. Sedikitnya 20 ribu orang meninggalkan rumah mereka saat api menyebar. Kami memadamkan api di satu tempat, tetapi menyebar ke tempat lain," ungkap Mamunur Rashid, salah satu petugas Cox's Bazar, kepada AFP.

Menurut Louise Donovan, juru bicara UNHCR PBB di Cox's Bazar, petugas pemadam kebakaran, tim penyelamat, serta relawan berada di tempat kejadian untuk mencoba mengendalikan api dan mencegahnya menyebar lebih jauh.

Kebakaran Hebat Musnahkan Kamp Rohingya di Bangladesh, Aktivis Ungkap Kecurigaannya - Foto 1
 Associated Press

Gazi Salahuddin, seorang inspektur polisi, mengatakan kebakaran ketiga tersebut berhasil dipadamkan sekitar tengah malam. Petugas pun telah mendengar bahwa 5 orang, termasuk 3 anak dan 2 wanita, tewas akibat insiden ini. Namun, polisi belum bisa merilis pernyataan apa pun lantaran mayat-mayat itu belum ditemukan.

Menurut Salahuddin, api awalnya kecil dan terbatas di jalur yang sempit. Namun, kebakaran itu membesar dan menyebar ke kamp lain setelah tabung gas yang digunakan untuk memasak meledak. Otoritas pun memperkirakan lebih dari 900 gubuk yang dihuni sekitar 7.400 pengungsi musnah.

Menurut Mohammad Yasin, seorang Rohingya yang membantu pemadaman kebakaran, api berkobar selama lebih dari 10 jam dan merupakan yang terburuk yang pernah dilihatnya sejak 2017.

Kejadian ini merupakan kebakaran ketiga yang melanda kamp pengungsi dalam 4 hari. Dua kebakaran lainnya di kamp terjadi pada Jumat (19/3) dan menghancurkan sejumlah gubuk. Penyebab kebakaran pun belum diketahui.

Dua kebakaran besar juga pernah melanda kamp pada Januari. Akibatnya, ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Kebakaran itu juga memusnahkan 4 sekolah UNICEF.