Ekonomi

Ke Pasar Induk Kramat Jati, Mendag: Harga Bapok Stabil Bahkan Menurun

Ke Pasar Induk Kramat Jati, Mendag: Harga Bapok Stabil Bahkan Menurun
Suasana aktivitas jual beli di kawasan pasar tradisional Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/4/2020). Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto memastikan stok bahan kebutuhan pokok aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2020. Kenaikan atau penurunannya tidak sampai lima persen, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang putih. Harga bahan pokok yang turun hingga melebihi lima persen yakni daging ayam ras, cabai merah keriting, dan cabai m (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan harga dan pasokan untuk kebutuhan pokok aman menjelang Ramadan.

"Saya bisa pastikan bahwa puasa Ramadan tahun ini harga barang-barang stabil, terjangkau, bahkan dengan adanya panen kemungkinan besar akan menurun," kata Mendag Lutfi dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Mendag mengecek langsung harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan 2021 di Pasar Induk Kramat Jati untuk memastikan harga dari hulu, sebagai acuan harga jual di pasar ritel sampai ke konsumen.

baca juga:

"Saya mengecek ketersediaan barang ke Pasar Induk Kramat Jati untuk memeriksa dari hulunya. Jadi, kalau kita bisa lihat tadi, semua barang bisa dibilang stabil, bahkan menurun," papar Mendag.

Mendag menuturkan, saat ini harga bawang merah stabil dikisaran harga Rp18 ribu-Rp21 ribu per kilogram. Kemudian harga cabai keriting yang tadinya menyentuh harga Rp100 ribu per kilogram, hari ini harganya mendekati Rp70 ribu per kilogram.

Selain itu, untuk harga bawang putih berada pada harga yang sama dengan bawang merah, yakni di kisaran Rp18 ribu-Rp21 ribu per kilogram, yang artinya di pasar ritel harga hanya akan bertambah Rp1.000 per kilogram. Sehingga harga ketika sampai ke pelanggan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp32 ribu-Rp35 ribu.

Terkait harga cabai yang rentan, Mendag tengah berupaya mencari formulasi agar harganya tak mudah bergejolak ketika panen maupun paceklik.

"Kalau cabai kan saya utarakan, bahwa ini barang yang sangat bergejolak ketika panen dan paceklik. Jadi saya berupaya supaya barang ini bisa bertahan lebih lama dan pola tanamnya supaya bisa dipisahkan. Supaya, jangan lagi ketika panen bersamaan harga jatuh namun ketika paceklik harga naik," papar Mendag.

Pada kesempatan tersebut Mendag memastikan belum ada mengambil tindakan impor untuk berbagai kebutuhan pokok, mengingat pasokan sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Kalau saya rasa sekarang kalau kita lihat semuanya, semua barang sudah tersedia. Kalau saya lihat harga beras tadi juga, yang premium itu semua harganya stabil. Jadi, mungkin semua bisa tercukupi dari dalam negeri jadi tidak perlu impor," pungkas Mendag. []

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu