Ekonomi

KCIC Gunakan Desain Komodo dan Batik di Rangkaian Kereta Cepat, Pengaruhnya?

KCIC memastikan rangkaian gerbong kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan desain muatan lokal berupa Komodo dan Batik.


KCIC Gunakan Desain Komodo dan Batik di Rangkaian Kereta Cepat, Pengaruhnya?
Suasana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Jaticempaka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan rangkaian gerbong atau Electric Multiple Unit (EMU) kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan desain muatan lokal berupa Komodo dan Batik

"Desain EMU yang digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki muatan lokal," kata Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi dilansir dari Antara, Senin (1/11/2021).

Ia menjelaskan desain eksterior EMU untuk proyek transportasi massal modern ini nantinya memiliki warna merah dan silver dengan bentuk luar yang menggunakan motif corak segitiga serta merepresentasikan sisik Komodo.

baca juga:

Kemudian, warna merah yang juga mengambil inspirasi dari Merah Putih, bendera kebangsaan Indonesia, pada dinding samping dan bagian depan yang bergerak saat kereta melaju, akan mengingatkan pada bendera yang berkibar serta memupuk rasa bangga.

Muatan lokal lain yang diangkat adalah Batik Mega Mendung yang dapat dilihat pada panel di kursi penumpang yang ada di setiap kelasnya. Batik ini merupakan motif khas area Jawa Barat yang menjadi rute utama kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menurut rencana, kereta cepat akan menggunakan EMU yang telah diproduksi sejak akhir Mei 2021 dan memiliki teknologi canggih dan modern. EMU dengan tipe CR400AF didesain dengan penggunaan energi yang rendah sehingga sangat ramah lingkungan dan mempunyai fitur keselamatan terbaru.

Dengan bantuan dari Operation Command Center (OCC), EMU ini juga dihubungkan dengan peralatan pemantau bahaya akibat gejala alam, diantaranya curah hujan tinggi, angin kencang, gempa bumi, serta obyek asing dan tahan api.

"Kereta yang digunakan lebih cepat dari kereta konvensional yang sudah ada, lebih modern. Termasuk dilengkapi dengan monitoring system di dalam kabinnya, seperti monitoring pantograf, suhu ruangan, tegangan dan arus listrik, status pintu di tiap kereta dan lain sebagainya. Selain itu Material EMU dibuat fire resistance atau tahan api menyesuaikan standard yang ada," katanya.

Dwiyana juga menjelaskan EMU untuk kereta cepat dirancang mampu meminimalisir getaran dan kebisingan sehingga penumpang dapat merasakan pengalaman menaiki kereta yang dapat melaju hingga kecepatan operasi 350 kilometer per jam dengan nyaman (kecepatan desain 400 kilometer per jam).