News

KBRI Abu Dhabi Tangani Masalah 26 TKI Tak Bisa Pulang ke Indonesia


KBRI Abu Dhabi Tangani Masalah 26 TKI Tak Bisa Pulang ke Indonesia
Sebagian besar dari 1,2 juta warga Indonesia yang berada di Timur Tengah bekerja di Arab Saudi (EPA)

AKURAT.CO, KBRI Abu Dhabi menerima pengaduan melalui hotline KBRI pada tanggal 30 Mei 2020 pukul 23.00 bahwa terdapat 26 pekerja migran Indonesia yang terhambat perjalanan pulang ke Indonesia di Bandara Abu Dhabi.

Duta Besar RI untuk Abu Dhabi Husin Bagis mengatakan para TKI ini membeli tiket melalui salah satu platform tiket online  untuk terbang ke Jakarta menggunakan maskapai Garuda GA 9046 yang dioperasikan oleh  Etihad EY 474. Jadwal  keberangkatan semula  adalah 31 Mei 2020 dini hari (02.50am) waktu setempat.

“Dari informasi yang berusaha dikumpulkan, penerbangan tersebut tidak tercatat di website resmi Etihad dan tidak ada jadwal EY 474 untuk tgl 31 Mei 2020,” kata Dubes Husin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, kata Husin, pejabat KBRI Abu Dhabi terjun langsung membantu para pekerja migran Indonesia tersebut dan memberi bantuan logistik. Berdasarkan pendataan, tercatat terdapat 37 pekerja migran Indonesia yang berada di Bandara Abu Dhabi, sedang sekitar 15 WNI lainnya telah kembali ke rumah masing masing.

Selain itu, Kemlu juga langsung berkoordinasi dengan Dirut Garuda dan Kantor Pusat Maskapai Garuda untuk memperoleh informasi lebih jauh dari pihak Garuda.

“Sampai informasi ini dikeluarkan belum diperoleh penjelasan teknis detail dari Garuda, namun Dirut Garuda menyampaikan bahwa Garuda akan bertanggung jawab dan menindaklanjuti situasi ini,” ujarnya.

Berdasarkan informasi KBRI Abu Dhabi, saat ini UAE belum membuka secara penuh penerbangan internasional. Selama pandemi COVID-19 di dua bulan terakhir, penerbangan EY 474 dilakukan sekali setiap minggu pada hari Kamis pukul 14.50.[]