Lifestyle

Kaya Inspirasi Sustainable Fashion di Hari ke-3 ISEF 2020

Koleksi Nabila by Marni mengusung konsep sulam tali usus


Kaya Inspirasi Sustainable Fashion di Hari ke-3 ISEF 2020
Koleksi Fashion Show Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 (Dok. ISEF 2020)

AKURAT.CO, Gelaran Virtual Fashion Show Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 pada usianya yang ketujuh kali ini telah memasuksi hari ke-3.Acara dari hasil kolaborasi Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) ini kembali menyelenggarakan Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020 dengan tema ‘Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle’.

Pada hari ke-3 ini, ISEF 2020 menampilkan 36 dari 164 total desainer yang menampilkan karyanya. Mereka dibagi dalam tiga sesi untuk menampilkan koleksinya.

Pada sesi pertama yang dihelat pukul 16:00 - 17:00 WIB, Zya x Luana tampil membuka acara, lalu disusul IR & by Irfana, Rosalia - Putri Shibori & Ecoprint, Memossa by Feby Ayusta, Kami, Bag by Galeri Belanyat Wai, Safartiwi Gadeng, Abebemooi by Retty Sellya, diikuti Sisa Beang by Kea Dela Rosa dan terakhir Roemah Kebaya Vielga by Vielga.

Dalam sesi kedua, yang digelar jam 18:30 hingga 19:30, P`A by Pranaliving, Saffana, Le Ciel by Alfatir Muhammad, NajuaBellabaric by Najua Yanti, Thiffa Qaisty, Putik Geulima, Nabilla by Marni, D`Fitra Nats, Meeta Fauzan, Yetti Topiah x Evaunique Accessories, Tuty Adib x Tenun Payakumbuh dan Zahwazee by Salty Jofimar yang tampil di atas pentas virtual itu.

Sesi ketiga digelar pukul 20:00 – 21:00, menampilkan koleksi dari Kiki Mahendra, Tufina, Wening`s Line by Wening Angga, Ina Priyono, Hijab by Ummu Hanifah, Anggia Handmade, Andy Sugix, Nina by Nina Djoefri, Kursien Karzai, Liqa, Monika Jufry, Shaza by Adelina, Aam Laurisha, dan Khanaan.

Nazya yang membawa brand Zya mengambil tema pasir berbuih.

“Terinspirasi dari pasir pantai dibawah langit biru yang cerah. Bisa di-mix and matc dengan kemeja putih dan celana jins. Kantong dari tenun ikat, karena kantong saat pandemi ini sangat kita butuhkan,” jelasnya dalam sesi konferensi pers virtual yang dihadiri Akurat.co, Sabtu, (30/10).

Sedangkan Thiffa Qaisty menampilkan koleksi yang mengusung motif bunga kelapa. Thiffa mengaku sengaja memilih motif ini karena bunga kelapa mengajarkan tentang kesabaran dan ketangguhan.

Kaya Inspirasi Sustainable Fashion di Hari ke-3 ISEF 2020 - Foto 1
Koleksi Fashion Show Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. Dok. ISEF 2020

Lain dengan koleksi Nabila by Marni, yang mengusung konsep sulam tali usus. Sejalan dengan tema sustainable dalam meminimalisir limbah, Nabila menghadirkan satu baju yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan dan acara. D`Fitrah mengangkat tema gadis muda di Minangkabau, yang dalam koleksi keseluruhan terinspirasi dari budaya Minang.

Berikutnya ada suguhan dari Abebemooi by Retty Sellya. Ia memilih Lumiar, dari Bahasa prancis yang berarti cahaya. Karena ia berharap dalam masa pandemi ini ada cahaya untuk dunia.

“Saya membawa outer, blazer. Saya membawa tenunan Badui dan tenunan Garut. Memakai aksen polkadot, yang terlihat lebih ceria karena membawa warna terang. Ini sangat elegan dan feminin, cukup klasik juga,” katanya.

Konsep yang diusung Meeta Fauzan adalah baju ready to wear yang dikerjakan dengan teknik printing yang dirancang secara aluring arabies. Sedangkan Yetti Topiah x Evaunique Accessories sengaja mengusung mengusung ready to wear karena sejalan dengan situasi pandemi saat ini, dengan material katun linen.

Berikut ada karya Tuty Adib x Tenun Payakumbuh, kamu akan menjumpai koleksi look yang simpel untuk padu-padan. Tema sustainable yang diusungnya adalah warna-warni alam yang cocok untuk wanita aktif. Berbeda dengan koleksi Le Ciel by Alfatir Muhammad yang akrab dengan style glamour yang dipadu dengan warna labu kuning dan coklat.

Disusul oleh koleksi dari Najua Bellabaric by Najua Yanti, yang menampilkan koleksi yang dominan menggunakan bahan bekas untuk zero waste. Sedangkan konsep sustainable yang diterjemahkannya adalah selain ramah lingkungan, harus juga ramah kantong.

Menyusul ada P`A by Pranaliving yang hadir dengan dengan ornamen khas Indonesia dari Megamendung, Cirebon.

Berbeda dengan Memossa yang dikaryakan Feby Ayusta, yang membawa konsep kimono saat upacara minum teh di Jepang. Dengan teknik sulam, ia berani menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai lagi.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co