Tech

Kata.ai Sebut Teknologi Chatbot Jadi Solusi di Tengah Ancaman Bubble Startup

Kombinasi penerapan chatbot dengan manusia dapat menekan biaya operasional hingga 70%.


Kata.ai Sebut Teknologi Chatbot Jadi Solusi di Tengah Ancaman Bubble Startup
Ilustrasi chatbot di aplikasi PeduliLindungi (Instagram @kemenkes)

AKURAT.CO Saat ini, berbagai industri startup tengah ramai dibicarakan karena adanya fenomena startup bubble. Fenomena ini terjadi akibat isu profitabilitas bisnis dan berbagai kerugian lainnya dari sisi operasional.

Di tengah situasi seperti ini, untuk meraih pertumbuhan bisnis tentunya perusahaan harus mengelola kegiatan operasional secara efisien dan produktif.

Kata.ai, perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan kecerdasan artifisial berbasis natural language processing dalam bentuk chatbot memiliki pengalaman dalam membantu lebih dari 150 bisnis lewat teknologi chatbot. 

baca juga:

Berdasarkan jumlah bisnis yang dibantu oleh Kata.ai, startup menempati posisi kedua terbesar sebagai industri yang intensif menggunakan chatbot dalam kegiatan operasionalnya.

CEO & Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya mengatakan, perusahaan startup merupakan kategori pelanggan kedua terbesar mereka setelah segmen enterprise, jumlahnya mencapai 18,4% dari total bisnis yang kami dukung. Ragam startup ini juga bervariasi sangat banyak, mulai dari e-commerce, edutech, healthcare, dan fintech. 

"Salah satu alasan banyak startup menggunakan chatbot berangkat dari kebutuhan mereka untuk bisa melakukan kegiatan operasional 24/7 dengan sumber daya serta investasi dana operasional yang lebih efisien," kata Irzan Raditya, dalam siaran pers yang diterima Akurat.co, Rabu (22/6).

Menurutnya, bisnis startup identik membutuhkan strategi penetrasi pasar dengan bujet marketing yang tinggi dan memiliki dampak tertentu apabila tidak diiringi dengan akuisisi pasar yang efektif serta pertumbuhan bisnis yang eksponensial. 

Oleh karenanya, teknologi memiliki peranan penting dalam menentukan bagaimana sebuah bisnis mampu bertumbuh dengan baik lewat dukungan teknologi efisien yang tepat guna.

Salah satu bentuk penerapan chatbot yang dikombinasikan dengan manusia adalah dengan memfokuskan fungsi chatbot untuk melayani konsumen secara 24/7. Dengan teknologi chatbot, konsumen mampu berkomunikasi secara langsung dengan sebuah bisnis secara real time dengan tingkat akurasi pengenalan bahasa yang tinggi. 

Sementara dari sisi operasional, kehadiran manusia sebagai agen customer service dapat difokuskan kepada tingkat pekerjaan yang lebih sulit serta melibatkan sisi emosional terutama dalam kasus keluhan pelanggan.

Teknologi chatbot sendiri merupakan sebuah inovasi teknologi yang mampu berjalan berdampingan dengan manusia. Kecanggihan chatbot diklaim dapat memberikan kesempatan bagi manusia untuk berfokus pada masalah yang belum bisa ditangani oleh chatbot, sehingga penyusunan strategi operasional yang tepat mampu berorientasi ke arah bisnis yang semakin efisien serta produktif.

"Dengan menerapkan chatbot pada bisnis, riset internal kami membuktikan bisnis mampu menghemat biaya operasional sampai 70%," ujar Irzan.