Rahmah

Kata Siapa Makan Sambil Berdiri Tidak Boleh? Begini Ketentuanya

Ini hukum makan sambil berdiri


Kata Siapa Makan Sambil Berdiri Tidak Boleh? Begini Ketentuanya
Makan Sambil Berdiri

AKURAT.CO, Salah satu adab di dalam makan adalah dilakukan dengan duduk. Demikian itu misalnya (salah satunya) ditegaskan dalam salah satu hadis Nabi yang memberi isyarat kuat agar kita tidak makan sambil berdiri. Rasulullah bersabda:

 

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا قَالَ قَتَادَةُ فَقُلْنَا فَالْأَكْلُ فَقَالَ ذَاكَ أَشَرُّ أَوْ أَخْبَثُ

baca juga:

 

Artinya: “Dari sahabat Anas RA, dari Nabi Muhammad SAW bahwa ia melarang seseorang meminum sambil berdiri. Qatadah berkata. Kami bertanya, ‘Kalau makan bagaimana?’ Rasul menjawab, ‘Itu lebih buruk atau lebih keji.’” (HR Muslim).

Meskipun demikian ada sebagian ulama yang membolehkan makan sambil berdiri dengan berpegang pada dalil sebagai berikut:

عن ابن عمر قال كنا نأكل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ونحن نمشي ونشرب ونحن قيام

 

Artinya: “Dari sahabat Ibnu Umar RA, ia bercerita, ‘Kami makan di masa Rasulullah sambil berjalan. Kami minum sambil berdiri.’” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Imam An-Nawawi mengatakan bahwa larangan makan sambil berdiri bukan larangan yang makruh ataupun haram. Akan tetapi masuk dalam kategori khilaf al-aula (menyalahi yang lebih utama). Artinya, alangkah baiknya makan tidak sambil berdiri, tetapi harus duduk. Meskipun dalam kondisi darurat makan sambil berdiri dibolehkan.

Imam An-Nawawi, dalam Fatawal Imam An-Nawawi halaman 73 menyebutkan demikian:

وأما الأكل فإن كان لحاجة فجائز وإن كان لغير حاجة فهو خلاف الأفضل ولا يقال إنه مكروه وثبت في صحيح البخاري من رواية ابن عمر رضي الله تعالى عنه أنهم كانوا يفعلونه وهذا مقدم على ما في صحيح مسلم عن أنس أنه كرهه 

 

Artinya: “Adapun makan (sambil berdiri), jika dilakukan karena suatu hajat, maka itu boleh. Tetapi jika tidak ada hajat sama sekali, maka tindakan itu menyalahi yang utama dan tidak disebut makruh. Hal itu telah tetap pada Shahih Bukhari (mungkin maksudnya At-Tirmidzi dan Ibnu Majah-pent.) dari riwayat sahabat Ibnu Umar RA bahwa para sahabat nabi melakukannya (makan sambil berdiri). Riwayat ini didahulukan daripada riwayat dalam Shahih Muslim dari sahabat Anas RA bahwa ia menyatakan makruh.”

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa makan sambil duduk sangat diutamakan dibandingkan dengan sambil berdiri. Makan sambil berdiri hanya dimaklumi (dibolehkan) jika hanya dalam kondisi yang darurat. Wallahu A’lam.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu