News

Kata Sahroni, Basaria Preskom Sentul City Tidak Merusak Integritas KPK

Basaria sudah tidak menjabat sebagai pimpinan KPK


Kata Sahroni, Basaria Preskom Sentul City Tidak Merusak Integritas KPK
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Istimewa)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menanggapi keberadaan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan di jajaran direksi PT Sentul City Tbk. Basaria diketahui menduduki jabatan sebagai presiden komisaris setelah tak lagi menjabat pimpinan KPK.

"Ya nggak ada masalah, kecuali dia bermasalah," kata Sahroni saat ditemui AKURAT.CO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Dia mengatakan, saat ini Basaria bukan lagi pimpinan KPK sehingga keberadaannya di Sentul City tidak akan mempengaruhi integritas lembaga KPK. Posisi Basaria juga sipil karena sudah pensiun dari kepolisian. Artinya tak ada konflik kepentingan dengan jabatannya di Sentul City. 

"Tidak, kan dia tidak terlibat langsung kecuali dia masih menjadi pimpinan lembaga negara. Menurut saya gak apa-apa," tandas politisi Nasdem ini.

Sebelumnya, keberadaan Basaria Panjaitan di jajaran direksi PT Sentul City Tbk dikritik Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi. Dia menilai Basaria telah meruntuhkan kehormatan dan integritas KPK karena menjadi presiden komisaris (Preskom) di perusahaan yang pernah berurusan dengan KPK.

"Apa kata dunia Basaria yang bekas pimpinan lembaga hukum yang dipercaya rakyat kini berbangga diri menjadi karyawan orang yang pernah dipenjarakan KPK karena korupsi," kata Adhie kepada redaksi, Rabu (15/9/2021).

Basaria adalah wakil ketua KPK periode 2015-2019. Jabatan Preskom Sentul City dijabat Basaria sejak tanggal 14 Oktober 2020. Sementara Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, bos Sentul City, pernah menjadi pesakitan KPK.

Swie Teng kedapatan menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin terkait izin pembebasan lahan proyek Sentul City. Swie Teng kemudian dihukum 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Namun hukuman Swie Teng yang juga dituduh menghalang-halangi penyidikan dikorting dari 5 tahun penjara menjadi 2,5 tahun penjara.