News

Kata Polisi Dikritik Beda Tangani Dugaan Penistaan Agama Roy Suryo dan Holywings

Pakar Telematika Roy Suryo dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin 20 Juni 2022


Kata Polisi Dikritik Beda Tangani Dugaan Penistaan Agama Roy Suryo dan Holywings
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (kanan) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan memastikan penyidik menangani setiap kasus, termasuk dugaan penistaan agama dengan terlapor Roy Suryo dan manajemen Holywings secara profesional tanpa dibedakan.

Hal itu ia sampaikan usai adanya kritik dari beberapa pihak yang menyebut jika beda penanganan kasus penistaan agama dengan kasus Holywings. 

"Kita harus memeriksa pelapor, kemudian kita periksa para ahli bahasa, apakah ini masuk unsur bahasanya ini termasuk pelecehan penistaan agama, masuk nggak dalam UU ITE. Setelah itu, baru kita naikkan ke tahap penyidikan," ungkap Zulpan kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

baca juga:

Zulpan juga menegaskan, pihaknya tidak membedakan penanganan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Holywings maupun Roy Suryo. Laporan itu tetep diproses meski kasus Holywings lebih dahulu menetapkan enam orang tersangka.

"Semuanya ada proses. Semuanya direspons kepolisian dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, Pakar Telematika Roy Suryo dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (20/6). Pelaporan itu buntut unggahan meme stupa Candi Borobudur mirip dengan Presiden Joko Widodo di akun twitternya.

"Hari ini kami mewakili umat budha melaporkan terkait dugaan tindak pidana UU ITE terkait masalah simbol agama. Terlapor ini telah mengunggah satu unggahan Candi Borobudur," kata penasihat hukum pelapor, Herna Sutana di Polda Metro Jaya, Senin (20/6/2022). 

Pelapornya adalah seorang umat Budha bernama Kurniawan Santoso melalui penasihat hukum, Herna menyampaikan tindakan Roy Suryo melecehkan umat Budha.

Dijelaskan, Herna bahwa yang diedit bukanlah stupa tapi patung sang Budha. Itu adalah simbol agama yang sangat sakral bagi umat agama Budha.

"Ada kata-kata yang sangat meyinggung kami sebagai umat budha kata-kata yang dicantumkan terlapor adalah mengubah ikonik Borobudur. Kalimat yang dia tambahkan adalah lucu hehehe ambyar. Itu bahasa yang betul-betul melecehkan. Dia tahu bahwa itu diedit itu simbol agama yang sangat sakral, dia tahu itu diubah tapi itu ditertawakan," papar Herna.

Oleh karena itu, Herna mengatakan, sebagai umat Budha merasa perlu menempuh jalur hukum. Herna berharap siapapun yang melakukan dugaan tindakan penodaan agama harus diproses supaya menjadi pembelajaran.

"Kami perjuangkan kehormatan harga diri marwah Agama kami yang dilecehkan. Karena itu kami bersikap membawa ini ke ranah hukum," ujar dia.

Dalam laporan ini, terlapornya akun @KRMTRoySuryo2. Pihaknya turut membawa bukti dari unggahan, dan pemberitaan yang menyinggung unggahan.

Laporan teregistrasi di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2970/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 16 Juni 2022. Pelapor mempersangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.[]