Entertainment

Kasusnya Naik ke Penyidikan, Iko Uwais Masih Berstatus Sebagai Saksi

Iko Uwais dilaporkan oleh pria bernama Rudi ke Polres Metro Bekasi Kota.


Kasusnya Naik ke Penyidikan, Iko Uwais Masih Berstatus Sebagai Saksi
Iko Uwais. (AKURAT.CO/Syifa Ismalia)

AKURAT.CO, Kasus dugaan pengeroyokan yang membuat Iko Uwais dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota kini akan naik ke penyidikan. 

Naiknya kasus dugaan pengeroyokan Iko Uwais terhadap pria bernama Rudi, kini laporan yang dibuat suami Audy Item ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik pun dipertanyakan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan pun belum bisa memastikan apakah laporan balik yang dibuat Iko Uwais akan dibatalkan atau tidak.

baca juga:

"Enggak, nanti liihat kasus di sana dahulu, kan, laporan pertama di sana," ujar Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (24/6).

Zulpan juga mengungkapkan belum adanya penetapan tersangka juga menjadi salah satu alasan laporan Iko Uwais belum bisa dipastikan.

"Kalau di Bekasi terbukti tindak pidana kekerasan yang dilakukan Iko Uwais (laporan Iko Uwais di Polda Metro gugur)," tuturnya.

Sedangkan Kasatreskrim Polresta Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira menyebut kini tim penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti lain lantaran kini kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan.

"Iya jadi hasil analisa dari tim melalui mekanisme gelar perkara tertanggal tanggal 22 Juni 2002 tepatnya hari Rabu, kemarin status perkara penganiayaan atau pengeroyokan atas nama pelapor RD sudah kita tingkatkan menjadi penyidikan,” ujar Ivan.

Ivan menjelaskan untuk saat ini status Iko Uwais masih sebagai saksi dan mengungkapkan apabila bukti-bukti sudah ada dan kuat, maka akan dilakukan gelar perkara.

"Jadi dalam proses penyidikan ini, penyidik mengumpulkan alat-alat bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut, apabila alat bukti tersebut cukup, maka kita akan lakukan (gelar) perkara kembali untuk siapa tersangkanya,” jelas Ivan.

Seperti diketahui, Iko Uwais dilaporkan atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Bekasi Kota. Aksi kekerasan diduga dipicu masalah utang Iko terhadap korban.

Awalnya, Iko Uwais menyewa jasa RR untuk mengurus interior rumah baru yang sedang ia bangun. Pada saat itu, Iko Uwais baru membayar sebagian dari jasa RR yang sebelumnya telah dijanjikan. 

"Saudara Iko Uwais ini menggunakan jasa desain interior milik korban untuk membangun rumahnya di Cibubur. Kemudian, dengan perjanjian nominal tertentu, baru dibayar setengahnya," ujar Kombes Endra Zulpan.[]