News

Kasus Varian Delta Meroket, Warga LA Diminta Kembali Pakai Masker

Adapun pelaksanaan pemakaian masker diterapkan mulai Sabtu (17/7) pukul 11.59 malam waktu setempat


Kasus Varian Delta Meroket, Warga LA Diminta Kembali Pakai Masker
Dalam foto ini, sejumlah warga terlihat memakai masker saat berjalan di Hollywood Blvd di Los Angeles (Yahoo News)

AKURAT.CO, Tingginya kasus COVID-19 yang dipicu varian Delta telah membuat pemerintahan kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat untuk menetapkan kembali peraturan pemakaian masker.

Mengutip Newsweek, aturan wajib masker itu mulai diumumkan oleh Departemen Kesehatan Masyarakat LA pada Kamis (15/7) waktu setempat. Dalam pengumumannya itu, departemen meminta semua warga, tak terkecuali yang sudah divaksin untuk memakai masker, baik di dalam ruangan, tempat umum, maupun bisnis.

Adapun pelaksanaan pemakaian masker diterapkan mulai Sabtu (17/7) pukul 11.59 malam waktu setempat.

"Kami melihat kenaikan (kasus) yang terlampau tinggi. Kita semua harus mengambil bagian untuk mencegah dampak yang berpotensi lebih serius.

"Ini adalah momen di mana setiap orang harus bekerja keras bersama-sama," tambah petugas departemen, Dr Muntu Davis.

Mandat masker dari pemerintahan LA ini serupa dengan aturan sebelum Gubernur Gavin Newsom mencabut pembatasan di tingkat negara bagian California pada 15 Juni. Diketahui, sebelum pencabutan, masker harus dipakai di semua area dalam ruangan. Aturan ini juga wajib bagi semua orang, termasuk mereka yang sudah divaksin. 

Tingkat kasus COVID-19 di LA memang  tengah menjadi sorotan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan telah menempatkan LA sebagai tempat 'penyebaran substansial'. Ini terutama karena sekarang, tingkat kasus di LA sudah mencapai 7,1 per 100 ribu orang. 

Bahkan, dilaporkan dalam satu bulan terakhir,  rata-rata peningkatan kasus baru di LA mencapai  hingga 500 persen. 

Pada Kamis, LA mencatat kasus baru sebanyak 1.537, dan ini adalah hari ketujuh di mana jumlah infeksi yang dilaporkan menembus di atas 1 ribu.

Davis juga mencatat bahwa karena sejumlah besar penduduk LA belum divaksin, risiko penyebaran virus akan semakin serius. Terlebih, dari semua kasus, sebagian besar disumbang varian Delta yang sangat menular. 

"Kami melihat peningkatan kasus pada anak-anak dan orang muda.

"Varian Delta sekarang menyumbang 71 persen dari semua kasus di LA. Varian Delta diketahui lebih menular, dan menyebar lebih cepat daripada varian lain. Orang yang tidak divaksinasi adalah yang paling berisiko," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Kendati demikian, tingkat persentase tes positif di LA telah mengalami peningkatan selama satu minggu terakhir. Beberapa ahli juga menganggap bahwa peningkatan ini menjadi salah satu indikator terbaik untuk mengukur seberapa baik penanganan virus di LA.

Diketahui, rata-rata tingkat tes-positif LA telah meningkat hampir 700 persen pada bulan lalu, dan pada Jumat hingga Minggu, angka naik hampir dua kali lipatnya.

Departemen Kesehatan Masyarakat LA mengatakan bahwa pada 9 Juli, sekitar 61 persen orang berusia 16 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap. 

Perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech yang bertanggung jawab untuk memproduksi vaksinasi COVID-19 utama di AS juga telah mengumumkan uji coba suntikan booster guna meningkatkan kekebalan terhadap varian Delta. Uji coba suntikan booster vaksin inipun rencananya akan berlangsung mulai Agustus mendatang.[]