News

Kasus Suap Rektor Unila, PSI Serukan Perangi Korupsi di Dunia Pendidikan

Kasus Suap Rektor Unila, PSI Serukan Perangi Korupsi di Dunia Pendidikan
Ilustrasi - Korupsi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Kasus dugaan suap terkait penerimaan mahasiswa baru yang melibatkan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani harus menjadi momentum deklarasi dalam rangka memerangi korupsi di lingkungan pendidikan.

"Tanggal 19 Agustus 2022 tersebut harus jadi monumen, harus jadi momentum deklarasi perang terhadap korupsi di lingkungan pendidikan," kata Juru Bicara DPP PSI Furqan AMC dalam keterangannya, pada Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, sangat berbahaya jika lembaga pendidikan yang seharusnya jadi benteng pertahanan moral dan kepribadian bangsa malah juga terjangkit virus korupsi.

baca juga:

"Korupsi di lingkungan pendidikan betul-betul membahayakan masa depan bangsa," ujar Furqan.

Maka dari itu, kata dia, PSI mengapresiasi langkah KPK yang telah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) Rektor Unila. Kemudian, apresiasi juga harus diberikan kepada pihak yang telah mengambil inisiatif melaporkan dugaan korupsi tersebut.

Sebab, kata dia, korupsi sudah begitu mewabah. Sehingga, masyarakat harus aktif memerangi korupsi di segala lini dan itu bisa dilakukan dengan melaporkan setiap dugaan korupsi yang ditemui di mana pun dan kapan pun.

"Mahasiswa harus jadi garda terdepan dalam perang terhadap korupsi. Pos-pos anti korupsi perlu didirikan di setiap kampus untuk memperkuat gerakan anti korupsi. Kaderisasi pejuang-pejuang anti korupsi perlu dilakukan secara reguler. Manfaatkan ospek sebagai sarana kaderisasi," ujar eks aktivis 98 itu. 

Terakhir, Furqan berpesan kepada Mendikbud Nadiem Makarim agar ada perbaikan serius terhadap tata kelola pendidikan secara keseluruhan agar tak ada lagi celah-celah korupsi yang bisa dimanfaatkan oknum mana pun dan kalau bisa pendidikan anti korupsi jadi mata kuliah wajib di setiap kampus. 

Sebagai informasi, Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani telah resmi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhitung per tanggal 20 Agustus 2022 hingga 8 September 2022.

Usai selesai diperiksa tim penyidik KPK dan menuju mobil tahanan, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada publik atas tindakannya tersebut yang diduga menerima suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Unila tahun 2022.

"Ya saya mohon maaf lah pada masyarakat pendidikan Indonesia," ujar Karomani di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (21/8/2022).

Ia enggan banyak berkomentar ketika dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Ia meminta agar menunggu proses hukum yang berjalan dan dibuktikan lewat meja persidangan.

"Selanjutnya kita lihat di persidangan," ungkapnya. []