News

Kasus Suap Proyek PURT, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp5,4 Miliar dari Kontraktor

Kasus Suap Proyek PURT, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp5,4 Miliar dari Kontraktor
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/1/2020). RDP yang diikuti oleh jajaran Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK tersebut membahas mengenai rencana kinerja KPK tahun 2020, Pengelolaan SDM, Tugas Dewan Pengawas dalam pelaksanaan tugas dan wewenang KPK serta Sinergitas kordinasi d (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) diduga telah menerima uang sejumlah Rp5,4 miliar terkait suap proyek yang dikerjakan oleh kontraktor.

Sejumlah uang yang diterima NA itu diberikan oleh kontraktor secara bertahap, dimulai dari Rp2 miliar dari AS (Agung Sucipto) dan juga pengusaha lain. 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan bahwa AS sebagai Direktur PT APB (PT Agung Perdana Bulukumba) telah lama kenal baik dengan NA yang berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA (Tahun Anggaran) 2021. 

baca juga:

"Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan NA untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Diketahui, ER (Edy Rahmat) sebagai Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan orang kepercayaan NA yang mengurusi sejumlah proyek yang dikerjakan pihak swasta, terutama AS. 

Kemudian, Firli menjelaskan, setelah beberapa melakukan komunikasi tersebut, diduga ada tawar menawar fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan kerjakan oleh AS. 

"Sekitar awal Februari 2021, pada saat NA sedang berada di Bulukumba, bertemu dengan ER dan juga AS yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira," ujar Fikri. 

Pada saat itu, dikatakan Firli, NA menyampaikan kepada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan oleh AS. Kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER untuk segera mempercepat pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang akan dilelang pada APBD TA 2022. 

"Di samping itu pada akhir Februari 2021, ketika ER bertemu dengan NA disampaikan bahwa fee proyek yang dikerjakan AS di Bulukumba sudah diberikan kepada pihak lain," paparnya. 

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu