Olahraga

Kasus Suap Mantan Presiden IAAF Mulai Disidangkan Hari Ini


Kasus Suap Mantan Presiden IAAF Mulai Disidangkan Hari Ini
Mantan Presiden Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF), Lamine Diack, dituduh menyalahgunakan wewenang untuk menutupi praktik penggunaan doping atlet Rusia. (THE GUARDIAN)

AKURAT.CO, Mantan Presiden Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF), Lamine Diack, mulai disidangkan dalam kasus suap untuk menutupi praktik penggunaan doping sejumlah atlet Rusia. Sidang mulai digelar di Paris, Prancis, pada Senin (13/1).

The Guardian menyebut bahwa Diack diadili karena menawarkan kesepakatan untuk menunda sanksi terhadap 23 atlet asal Rusia dengan bayaran US$1,5 juta atau sekira Rp20,5 miliar. Uang itu diduga disalurkan Diack untuk membantu salah seorang temannya yang bersaing pada Pemilihan Presiden Senegal pada 2012.

Selain Diack, sidang ini juga menyeret lima pejabat teras IAAF yang diduga terlibat. Di antaranya adalah putra Diack, Papa Massata Diack.

Tawaran yang diberikan Diack disebut dengan “perlindungan penuh” di mana 23 atlet Rusia membayar uang dalam kisaran jumlah £85 ribu - £510 ribu. Transaksi itu memberikan jalan bagi para atlet yang membayar untuk bertanding di Olimpiade London 2012 dan Kejuaraan Dunia Atletik 2013 di Moskow, Rusia.

Jaksa penuntut juga bersiap untuk mendedahkan dugaan hubungan Diack dan putranya dengan beberapa tokoh kunci di pemerintahan Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin. Sementara usulan untuk “perlindungan penuh” disampaikan Diack dalam pertemuan dengan Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko, pada November 2011.

Mereka yang terlibat selain Diack dan putranya adalah pelatih atletik Rusia, Alexei Melnikov, mantan bendahara IAAF, Valentin Balakhnichev, penasehat hukum Diack, Habib Cisse, serta mantan Kepala Divisi Anti-Doping IAAF, Gabriel Dolle. Dolle sendiri telah dilarang berkecimpung di atletik selama lima tahun karena melakukan pemerasan terhadap atlet.

Semua nama itu membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Hanya Diack, Cisse, dan Dolle yang bisa disidangkan dengan membawa pribadi bersangkutan ke meja hijau di Paris.

Sementara itu, putra Diack masih berada di Senegal setelah pengadilan Prancis gagal mengekstradisinya. Adapun Balakhnicev dan Melnikov masih berada di Rusia dengan mempertanyakan keaslian dokumen surat perintah penangkapannya.

Diack sendiri telah menjadi tahanan rumah di Paris sejak 2015. Dalam sidang yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan ke depan, pria asal Senegal berusia 86 tahun yang memimpin IAAF dalam periode 1999-2015 terancam hukuman sepuluh tahun penjara.[]