News

Kasus Suap Ade Yasin, KPK Bakal Cecar 9 Saksi

Sembilan saksi diperiksa KPK untuk melengkapi berkas perkara tersangka Ade Yasin.


Kasus Suap Ade Yasin, KPK Bakal Cecar 9 Saksi
Ketua KPK Firli Bahur (kiri) menghadirkan tersangka Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin (tengah) saat konferensi pers penetapan dan penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan periksa sembilan saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021.

Kesembilan saksi yang akan diperiksa yakni Wakil Direktur RSUD Ciawi Bogor Yukie Meistisia Anandaputri; Kasubbid Akuntansi BPKAD Kabupaten Bogor Yeni Naryani; PPK di RSUD Ciawi Bogor Irman Gapur; dan Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Arif Rahman.

Kemudian, Staf Bagian Keuangan Sekda Kabupaten Bogor Nadia Septiyani, Tubagus Hidayat, dan Deri Harianto; Staf di Bappenda Kabupaten Bogor Mika Rosadi; dan Staf Dinas PUPR Kabupaten Bogor Iwan Setiawan.

baca juga:

"Para saksi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AY (Ade Yasin)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Ali mengatakan saksi akan dimintai keterangan untuk melengkapi informasi dan berkas perkara dalam penyidikan agar menjadi lebih terang dan jelas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2021.

Bersama Ade, lembaga antirasuah juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Tersangka sebagai pemberi AY (Ade Yasin) Bupati Kabupaten Bogor 2018-2023," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis (28/4/2022).

Firli membeberkan empat tersangka yang merupakan pemberi suap yakni Bupati Bogor Ade Yasin; Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPK AD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah; PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Kemudian, Firli membeberkan empat tersangka lainnya yang diduga menerima suap yakni Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat selaku Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. []